Sunday, April 2, 2017

Luar Biasa Sekumpul



MARTAPURA - Suasana Haul ke-12 Syekh Zaini Ghani Al Banjary atau Guru Sekumpul, Minggu (2/4) memang luar biasa. Lebih dari 800 ribu jamaah dari berbagai pelosok daerah maupun dari luar Kalimantan memadati acara. Jalan-jalan utama dalam Kota Martapura, seperti Jl Sekumpul, Jl Tanjung Rema, Jl Pendidikan, Jl Menteri Empat dan lain-lain dipenuhi shaf-shaf jamaah shalat Maghrib dan Isya.


Sebelum dzuhur, jamaah sudah mulai berdatangan ke Kompleks Ar Raudhah, demi mendapat tempat lebih strategis di dalam Mushalla Raudhah. Namun, tidak semua beruntung. Seperti Aini dari Kaltim, meski berusaha lebih cepat datang, namun hanya bisa berada di seputar Rumah Sakit Pelita Insani. Maksud hati ingin bermakmum dengan imam di Raudhah, Aini harus rela bermakmum di Masjid Pancasila, Simpang Empat Sekumpul.

Acara dimulai dari shalat Maghrib berjamaah yang diimami Guru Sa'duddin, orang kepercayaan Guru Sekumpul. Sebelum tahlilan, Guru Sa'duddin membuka pembacaan Maulid Habsy dengan tokoh utama dua anak Guru Sekumpul, Muhammad Amin Badali, dan Ahmad Hafi Badali.

Bagi jamaah dari luar daerah Martapura yang jarang bisa ke Sekumpul, merupakan keberuntungan tersendiri melihat dua putra mahkota itu secara langsung atau hanya sekadar lewat TV Raudhah yang menyiarkan acara secara live. Penampilan keduanya begitu gagah dan tampan, dengan brewok yang terpangkas rapi. Amin yang kini berusia sekitar 22 tahun dan sang adik, Hafi setahun lebih muda, dirasa mampu mengobat kerinduan jamaah terhadap sang ayah yang wafat 2005 lalu.

Suasana begitu khidmat, haru, gembira dan syahdu manakala seluruh jamaah berdiri mahalul qiyam melantunkan syair shalawat Badar, yang bagi warga ahlu sunnah wal jamaah laksana menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Badali bersaudara syahdu melantunkan shalawat Badar ini, didampingi para habaib, ulama, guru-guru agama, hingga tokoh Bupati Banjar KH Khalilurrahman, hingga mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin.

Selesai tahlil yang doanya dibacakan diantaranya oleh Guru Masdar, jamaah disuguhi nasi kotak, nasi bungkus berisi nasi samin dan lauk sapi masak karih. Banyak jamaah merasa gembira karena berkesempatan mengikuti haul yang mereka nilai penuh berkah ini. Jamaah pun lebih rapi ketika mengkuti arus balik. Panitia yang berkekuatan 7.300 an dibantu ratusan aparat kepolisian, tentara dan Dishub sudah mengatur arus dengan mendahulukan pejalan kaki selama kurang lebih sejam. Kemudian diikuti arus pemotor dan terakhir yang menggunakan roda empat. adi

No comments: