Sunday, September 18, 2016

Mensos Ingin Para Ustadzah Gencar Perangi Narkoba


MARTAPURA - Khofah Indar Parawansa, Ketua Muslimat NU yang juga Menteri Sosial menginginkan agar para ustadzah NU di Kalsel lebih gencar lagi mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada para jamaahnya.
Hal itu disampaikannya ketika melantik pengurus Laskar Anti Narkoba (LAN) Muslimat NU Kalsel dan 19 cabang lainnya, termasuk Kabupaten Banjar selaku tuan rumah pelaksana di Mahligai Sultan Adam, Minggu (18/9) sore.
Pada acara yang juga dihadiri anggota Watimpres, Hasyim Muzadi, anggota DPR Syaifullah Tamliha, Bupati Banjar H Khalilurrahman, Kepala BNN Kalsel Arnold dan pejabat lainnya itu, Mensos begitu prihatin dengan semakin parahnya tingkat pecandu narkoba di Indonesia yang berdasar data sudah melebihi angka 5 juta atau hampir 2 persen dari total penduduk Indonesia.
"Bahaya narkoba bukan main-main, kita harus segera bertindak. Jangan lagi terlambat. Ibu-ibu LAN Muslimat NU harus berjuang melalui ceramahnya tentang bahaya narkoba. Bila ibu-ibu menjadi penceramah di acara kawinan, sunatan, shalawatan, coba sisipkan juga tentang bahaya narkoba," tukasnya.
Sementara Bupati Banjar juga mengaku sangat miris dengan kenyataan bahwa daerah juga ketiban musibah dengan banyaknya pecandu narkoba yang tak hanya merambah orang dewasa tapi sudah menyebar hingga ke pelajar. "Kalau tidak segera kita atasi akan terjadi lost generation atau generasi yang tak bermanfaat. Tak bisa diharapkan dari generasi yang candu narkoba. Lalu kalau sudah terjadi, mau dibawa kemana daerah dan negara kita," ingatnya.
Bupati pun sepakat dengan Kepala BNN Kalsel agar para ulama juga ikut merasa bertanggung jawab untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. adi

No comments: