Thursday, April 7, 2016

Syahda Mariadi Tutup Usia


IN MEMORIAM - Kenangan kala almarhum Syahda Mariadi memimpin rapat persiapan pengamanan haul Guru Sekumpul dan Rakor FKDM di Kesbangpol Banjar, Martapura.

MARTAPURA - PNS dan warga Kabupaten Banjar kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ya, Drs Syahda Mariadi MSi meninggal dunia dalam usia 57 tahun, Kamis (7/4) sekitar pukul 01.35 Wita di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Ratusan pejabat dan warga serta kerabat almarhum berdatangan ke rumah duka di Jl Tanjung Rema Darat Gg Pelita, Martapura.
Syahda yang tercatat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjar bahkan masih bertugas pada Rabu (6/4) sehari sebelum wafat. Menurut sejumlah saksi mata, almarhum sempat memimpin sambutan pada rapat Sosialisasi Revolusi Mental di Kesbangpol. "Pada Rabu sekitar pukul 11.00 Wita, beliau sempat memberikan sambutan. Beberapa saat kemudian, beliau seperti lunglai ketika duduk. Sebelum sempat terjatuh beberapa rekan sempat merangkul beliau," kata Samsul Rizal, satu pegawai setempat kepada Mata Banua, Kamis (7/4).

Sejumlah peserta cukup panik dan coba memberi pertolongan pertama dengan melukai jari tangan Syahda dengan jarum. Tak berapa lama, Syahda dilarikan ke rumah sakit. Awalnya hendak dirujuk ke RS Pelita Insani. Namun, karena ruangan sudah penuh, maka ia dibawa ke RS Ratu Zalecha. Kondisi Syahda memang sempat siuman, namun kembali mengalami drop, sehingga akhirnya pejabat yang santun dan familiar bergaul dengan siapa saja ini menghadap Sang Khalik dini hari Kamis itu.

Seorang pegawai sempat menangkap firasat beberapa hari sebelumnya. Menurut sumber, Syahda sempat menanyakan kenapa mata sebelah kirinya sering berkedut. Mantan Kabag Humas Pemkab Banjar era Bupati Rudy Ariffin dan Khairul Saleh ini terus menduga sendiri kalau kedutan matanya itu mungkin ada kerabat dekat atau bahkan dirinya sendiri yang akan 'pergi'.

Almarhum dikebumikan di Alkah Karangan Putih Jl Batuah, Martapurta selepas dishalatkan di Masjid Agung Al Karomah, sore kemarin. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
 
Giat Bekerja 
Pria asli kelahiran Martapura ini dikenal sebagai pegawai yang rajin bekerja dan bertanggungjawab dengan jabatannya. Terakhir, pada Selasa (5/4) lalu, ia sempat memimpin rapat di Kesbangpol Kabupaten Banjar dalam tajuk Rapat Koordinasi FKDM yang telah terbentuk guna mendukung terwujudnya keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Syahda Mariadi (semasa hidup) mengatakan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan rakor adalah untuk mengharmonisasikan hubungan fungsional upaya sinkronisasi serta sinergi penyelenggaraan aktivitas forum kewaspadaan dini masyarakat serta membangun komitmen bersama untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan secara terpadu serta memantapkan stabilitas keamanan dalam negeri dan menyampaikan bahan pertimbangan kepada pimpinan mengenai kebijakan yang berkaitan dengan deteksi dini dan cegah dini terhadap ancaman stabilitas keamanan daerah di Kabupaten Banjar.

Ia juga mengharapkan rakor ini dapat menjadi masukan bagi aparat FKDM serta bagi kepala daerah dalam mengambil kebijakan sehingga dapat mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif. Dengan demikian, kita selalu siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat. “Kita sangat berharap dengan rakor ini dapat memberikan pemahaman, wawasan dan pengetahuan sehingga nanti mampu meminimalisir terjadinya berbagai macam gejolak yang dapat merusak persatuan dan kesatuan,” pesan Syahda Mariadi.

Rakor ini juga membicarakan tentang persiapan menjelang haul Abah Guru Sekumpul. Mulai dari area parkir yang berada di Pasar Sekumpul hingga membahas pemeriksaan makanan apakah layak atau tidak untuk disajikan kepada seluruh jamaah haul. Mengingat banyaknya jemaah haul yang akan
berdatangan. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh anggota FKDM agar selalu menjalankan tugas dan fungsinya sebaik mungkin berupa fungsi deteksi dini dan ikut serta aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya.

Rakor ini diikuti 190 orang peserta terdiri dari 158 orang dari Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk 7 desa dan 1 kelurahan. Satu orang dari Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dan satu orang dari Pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan. adi

No comments: