Sunday, January 3, 2016

Polres Banjar Berhasil Tekan Kriminalitas


KAPOLRES - Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo melakukan pers rilis.



MARTAPURA- Mendekati akhir tahun 2015, Polres Banjar melaksanakan Press Release tentang pelaksanaan tugas Polres Banjar serta keberhasilan yang dicapai dalam pengungkapan kasus selama tahun 2015. Press Release digelar pada hari Kamis (31/12/2015), sekitar pukul 14.00 Wita bertempat di Aula Tribrata Polres Banjar.Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo SIK MH didampingi Waka Polres Banjar Kompol Rudi Hartono SIK MM menerangkan kepada media yang hadir cetak maupun elektronik tentang data-data keberhasilan pengungkapan kasus pidana yang ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Banjar maupun Polsek jajaran.

Begitu juga dengan data pengungkapan kasus Narkotika yang berhasil diungkap oleh Satuan Narkoba Polres Banjar dibantu Polsek jajaran selama kurun waktu 1 tahun. Data-data angka kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas yang dirangkum oleh Satuan Lantas Polres Banjar tak luput juga disampaikan Kapolres Banjar.

Yang menarik, dalamdata gangguan Kamtibmas, pada tahun 2014 ada 872 tindak pidana, dan pada 2015 ini mengalami penurunan sekitar 14 persen atau sekitar 742 kasus tindak pidana. Perkara selesai 2014 adalah 610 sementara di 2015 perkara diselesaikan adalah 566. Jika dalam tahun 2014, setiap 10 jam akan ada tindak pidana, maka pada 2015 ini, Polres Banjar berhasil menekannya hingga hampir 12 jam baru ada tindak pidana.

"Kemajuan ini berkat kesigapan aparat kita dan semakin diintensifkannya patroli hingga jajaran terbawah di polsek-polsek," ujar AKBP Kukuh. Selain itu, ia melihat adanya kerja sama yang baik dengan jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat, sehingga tindak kejahatan bisa ditekan secara signifikan di tahun 2015 ini.

Kejahatan konvensional juga mengalami penurunan hingga 20 persen, yaitu jika 2014 sebanyak 731 maka di 2015 menjadi 578. Sementara untuk lakalantas, polisi juga berhasil menekan angka kematian dari sebelumnya di tahun 2014 sebanyak 96 meninggal dunia, menjadi 82 di tahun 2015. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan razia bagi pengendara yang tak lengkap surat menyurat maupun kelengkapan berkendaraannya guna menekan angka kecelakaan. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya pengendara yang terkena razia, yaitu 6.387 dari sebelumnya di tahun 2014 sebanyak 2.660.

Sedangkan pada angka penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika, memang terjadi peningkatan dari 142 tahun 2014 menjadi 177 di tahun 2015. "Namun, ini justru menunjukkan bahwa pengungkapan kasus narkotika semakin baik, meski kita sama berharap agar penyalahgunaan obat-obat terlarang ini semakin ke depan harus semakin kita tekan, tentunya dengan mengintensifkan sosialisasi dan penyuluhan ke remaja-remaja yang rawan menjadi korban narkotika," bebernya. adi

No comments: