Thursday, November 26, 2015

2016, Presiden Bentuk Badan Restorasi Gambut


MARTAPURA - Presiden Jokowi menegaskan cukup sudah pengalaman 18 tahun dalam menghadapi kebakaran lahan dan hutan yang merugikan kesehatan. Ke depan, 2016 mendatang, upaya yang paling tepat menurutnya ialah upaya pencegahan. Hal itu disampaikan di sela-sela kunkernya ke Kalsel dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Tahura Sultan Adam, Desa Mandiangin  Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kamis (26/11).
"Kita tak boleh lagi seperti 18 tahun terakhir dalam menangani kabut asap, sebab kalau sudah terjadi kebakaran lahan terutama lahan gambut, maka sulit dipadamkan, meski ratusan pesawat pembom air dikerahkan," ujar Jokowi. Menurutnya, dampak negatif kebakaran lahan dan hutan menyebabkan Indonesia berada di peringkat enam dunia penyumbang udara kotor (carbondioksida).

Negara-negara dunia, lanjutnya, ikut berupaya membantu Indonesia dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan ini. Jutaan dollar akan dikucurkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan lain-lain. Dana bantuan ini akan digunakan sebaik-baiknya dengan jalan membentuk suatu badan yang ia namakan Badan Restorasi Gambut.

Badan ini, tambahnya, mengupayakan secara teknis dan preventif agar lahan gambut tidak lagi terbakar. Petani akan diberikan solusi terbaik tentang bagaimana mengelola lahan pertanian tanpa harus membakar lahan pertanian pasca panen. Ia mengingatkan agar semua pihak, seperti Polda, Kodam, pemerintah provinsi, kabupaten dan semua elemen masyarakat ikut bergotong-royong mencegah kebakaran lahan ke depannya.

"Nanti anggota Badan Restorasi Gambut ini bisa kita ambil dari LSM, pemuda, pelajar atau siapa saja yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan hutan," tandasnya.

Sementara mengenai penanaman pohon, Jokowi berharap upaya tersebut harus dibarengi dengan pemeliharaan pohon yang sudah ditanam sehingga dapat berdaya guna bagi lingkungan. "Sebab, percuma kita keluarkan dana ratusan miliar kalau ternyata pohonnya tidak tumbuh dan tidak dirawat dengan benar. Biar saja menanam pohon seribu atau sepuluh ribu namun lokasinya jelas dan pemeliharaannya pun dijalankan dengan baik akan lebih bagus," paparnya.

Pada kegiatan itu, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya melaporkan kepada Presiden, ada 10 ribu bibit pohon yang ditanam di Tahura. Di mana 8.000 bibit ditanam beberapa hari sebelumnya, dan 2.000 ditanam berbarengan dengan acara hari itu. Area yang ditanam memang area yang sebelumnya mengalami kebakaran lahan pada musim kemarau panjang 2015 ini.

"Luasan Tahura Sultan Adam sekitar 710 hektar dan lahan kritis yang kita tanam mencapai 100 hektar," jelas Siti Nurbaya.

Diberikan juga sejumlah penghargaan kepada daerah yang berhasil menanam pohon dan menghijaukan hutan di daerahnya masing-masing, di antaranya Kabupaten HSS berhasil meraih salah satu penghargaan. Dilakukan juga MoU dengan tokoh dan petinggi organisasi agama di Indonesia dengan Menteri Siti Nurbaya dengan maksud semua berkomitmen memelihara lingkungan dan hutan.

Turut hadir dalam acara Penjabat Gubernur Kalsel Tarmizi, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Benny Indra, Irjen Pol Machfud Arifin, sejumlah kepala daerah dan tokoh-tokoh agama. adi

2 comments:

BuhanPahuluan said...

Mas ulun handak mengirim surat terbuka tp kdd kontak pian, bisa bantu? Link --> http://buhanpahuluan.blogspot.co.id/2015/01/surat-terbuka-untuk-calon-gubernur.html?m=1

Adi Permana said...

bisa ke email kita, adibasrah@gmail.com