Tuesday, December 16, 2014

Sultan Khairul Tak Tahan Lihat Derita Sulthan


MARTAPURA - Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh berkesempatan membesuk balita malang berusia 2,5 tahun, Muhammad Sulthan yang terbaring lemah di ruang perawatan RS Aveciena Medika, Sekumpul Martapura, Selasa (16/12). Namun, hanya beberapa menit Sultan melihat karena tak tahan melihat derita Sulthan yang mengalami penyakit langka, sekujur kulitnya melepuh.
Sesekali Sultan Khairul menghela nafas pertanda keprihatinan yang mendalam, mengingat seorang balita yang masih polos dan tak berdosa mesti menanggung sakit yang amat parah.  “Saya sangat merasa terharu melihat kondisi Sulthon, penyakit yang diderita balita ini termasuk penyakit yang langka. Saya selaku kepala daerah akan terus mengupayakan bantuan untuk kesembuhan balita ini,” ucap Khairul Saleh.  Ia pun kembali mengingatkan jajarannya di Dinas Kesehatan Banjar dan RS Ratu Zalecha agar benar-benar mengupayakan kesembuhan bagi putra bungsu, Safrudin (40) dan Musrifah, warga Desa Sungai Alang RT 1, Kecamatan Karang Intan tersebut.

Kadis Kesehatan, Ikhwansyah kepada pers menerangkan bahwa sejak masuk rumah sakit Sabtu tadi, kondisi Sulthan mulai membaik. Sebelumnya, balita tersebut hampir tak bisa membuka matanya karena luka di sekujur kulit merambah juga ke kelopak matanya. "Meski begitu, kita akan rawat balita ini di RS Ratu Zalecha karena di situ lebih lengkap dokter spesialis kulit dan mata," beber Ikhwan.

Menurutnya, Bupati Banjar sudah mengamanatkan kepada pihaknya agar berkonsentrasi penuh bagi kesembuhan Sulthan sehingga balita ini bisa ceria kembali seperti sebelumnya. Sejak siang kemarin, penanganan Sulthan diambil alih RS Ratu Zalecha. Sulthan yang sebelumnya enggan minum susu, dari pengamatan kemarin, sudah mulai lahap minum susu botol. "Dia sudah bisa bicara sedikit-sedikit ketika merasa haus atau kesakitan," tukas sang ibu, Musrifah di ruang anak RS Ratu Zalecha, Martapura.

Sementara Direktur RS Ratu Zalecha, dr Yasna didampingi tokoh warga Karang Intan, Warhamni mengatakan, langkah segera akan diambil seperti menganalisa sampel darah Sulthan. "Jika memang perlu, balita malang ini akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya, apakah ke RS Ulin Banjarmasin bahkan ke luar daerah, seperti Surabaya atau Yogya," tukasnya.

Menurut Masrifah, anak bungsunya itu pernah setahun yang lalu mengalami kondisi mirip namun masih belum parah. "Kala itu dirawat di rumah sakit sini juga dan membaik. Anaknya lincah dan suka bermain tukang-tukangan, seperi memegang palu dan gergaji. Namun beberapa minggu lalu, kulitnya mulai melepuh hingga kami bawa ke rumah sakit," ucapnya pelan.

Pasutri miskin ini sebenarnya sudah pernah bernasib malang. Anak pertama dan keduanya, Ahmad Rizani dan Nursyifa beberapa tahun lalu juga mengalami sakit sejenis dan belum genap berusia dua tahun meninggal. Beruntung, seorang kakak Sulthan lainnya, Agus Mawahid (9) yang kini kelas 3 SD sehat wal'afiat. Ada dugaan, sakit langka yang diistilahkan pihak dokter kerapuhan kulit ini sebagai penyakit genetik. "Namun, ini masih perlu diteliti lebih mendalam lagi," kiah Yasna. adi

No comments: