Tuesday, March 26, 2013

Polres Periksa Saksi Kasus Keterangan Palsu

MARTAPURA - Sat Reskrim Polres Banjar mulai melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan pemberian keterangan palsu demi memperoleh surat otentik yang diduga dilakukan terlapor, Jai, warga Desa Sei Tandipah Kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (26/3).Kasat Reskrim AKP Wildan Alberd mengakui bahwa pihaknya sedang memproses laporan warga terkait dugaan tersebut. Bahkan, dua saksi, sudah dimintai keterangan. Kedua nama masih dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Sementara, salah seorang pelapor, H Ma'mun melalui kuasa hukumnya, Aspihani Ideris MH menyatakan, kasus ini dikenakan pasal 266 KUHP. "Kita melaporkan kasus ini karena ada dugaan bahwa terlapor, Jai sengaja memalsukan keterangan untuk memperoleh surat keterangan telah lulus di Madrasah Ibtidaiyah Tsamaratul Ittihadiyah Sei Tandipah pada 1985. Padahal madrasah tersebut saat itu masih berstatus tradisional belum diakui Depag,sehingga mustahil mengeluarkan ijazah, terkecuali mengikuti ujian negara," ujar Aspihani.

Ditambahkan, dari hasil penelusuran pihaknya, NIS terlapor juga tidak ada dalam buku induk yang terdata di Kemenag Banjar. Madrasah tersebut justru diakui atau terdaftar di bawah binaan Depag pada tahun 1987.
Menurutnya, terlapor diduga sengaja membuat keterangan palsu agar memiliki surat keterangan telah lulus sekolah agar dapat memuluskan langkah maju mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat Kades di Desa Sei Tandipah.

"Kami berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas agar kebenaran terungkap secara terang benderang. Kami juga telah menyurati Bupati Banjar (Sultan H Khairul Saleh) agar menunda dulu pelantikan terhadap terlapor sampai ada putusan hukum yang berkekuatan tetap," tandas pria yang juga aktivis Lembaga Kerukunan Masyarakat (Lekem) Kalimantan ini. adi

No comments: