Sunday, February 3, 2013

Puluhan Ribu Orang Merasa Kehilangan Guru Bakrie


foto: IjuUss ReEweell 

foto: Akku Mr'zainal Kosongduapuluh

WAFATNYA salah seorang ulama berpengaruh di Kalsel, Al 'alimul fadhil

KH Ahmad Bakrie bin KH Imanuddin atau Guru Bakrie pada Jumat (1/2)

malam sekitar pukul 21.35 Wita di RSUD Ulin Banjarmasin meninggalkan

duka mendalam. Puluhan ribu warga dari berbagai penjuru ikut

mengantarkan jenazahnya ke persitirahatan terakhir di Kompleks Ponpes

Mursyidul Amin, Desa Makmur, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu

(2/2) sore, bertepatan adzan shalat Ashar.

Menjelang sore itu, lebih 2 Km jalan desa menuju pemakaman macet,

karena disesaki mobil, sepeda motor maupun pejalan kaki. Mereka sama

ingin menunjukkan ikut berduka dan berbelasungkawa atas wafatnya salah

satu murid utama al-‘Ālim al-‘Allāmah al-‘Ārif billāh as-Syaikh Maulana

Muhammad Zaini bin al-‘Ārif billāh Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.

Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh, para pejabat lainnya ikut berbaur

dengan ribuan jamaah lainnya khusyuk melaksanakan shalat jenazah.

Selepas shalat jenazah, maka tibalah saat ribuan jamaah berebut

mengangkat jenazah menuju peristirahatan terakhirnya. Petugas keamanan

dari Banser NU sempat kewalahan menenangkan ribuan jamaah yang

berebutan sekadar mengambil berkah ulama yang terkenal blak-blakan

menyampaikan kebenaran agama Islam ini, meski terkadang kocak.

Tepat adzan Ashar, jenazah suami dari Hj Rukayah dan ayah dari lima

putra putri, H Muhammad Rasyid, Hj Siti Zafirah, H Muhammad Samman,

Muhammad Hasan dan Muhammad Saukan dimasukkan ke liang lahat. Ribuan

santri Ponpes Mursyidul Amin yang adalah asuhan beliau pun terlihat

sendu melepas ulama ini. Beberapa bahkan tak kuasa menitikkan air mata.

"Saya sengaja datang dari Banjarmasin untuk melepas kepergian beliau.

Saya terkesan dengan beliau yang kerap menyampaikan ceramah agama di

Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, setiap malam Sabtu. Saya dan

jamaah lainnya tentu merasa sangat kehilangan. Sebulan terakhir, beliau

tak aktif karena sakit, namun jadwal pengajian di Sabilal diisi oleh

anak beliau (H Muhammad Rasyid)," ujar seorang peziarah yang minta

namanya tak usah disebutkan.

Talqin mayit dilaksanakan oleh beberapa ulama, bahkan dilakukan sendiri

oleh anak almarhum, H Muhammad Rasyid. Menurut sejumlah jamaah, wajah

dan suara Muhammad Rasyid begitu mirip dengan almarhum, sehingga

diharapkan anak almarhum ini menjadi penerus perjuangan almarhum di

bidang agama.

Anak almarhum ketika menalqinkan ayahndanya begitu khidmat, hingga

tersendat-sendat menahan haru. Ribuan jamaah pun begitu larut dan

khusyuk mengaminkan doa. Selepas acara penalqinan, ribuan jamaah

langsung berhamburan demi memberikan penghormatan terakhir kepada

almarhum atau sekadar mengambil foto dengan kamera handphone, sehingga

tepian pusara begitu sesak.

Salah satu santri, IjuUss ReEweell yang sempat mengabadikan foto

almarhum begitu kagum karena wajah almarhum begitu damai dan seolah

tersenyum (lihat hasil jepretan IjuUss ReWeell yang dirilis dalam gruop

facebook Jamaah ABAH GURU SEKUMPUL). Menurutnya, ia sangat beruntung

bisa mengabadikan wajah almarhum yang seolah-olah pergi dengan senyuman

yang manis menyambut rahmat Allah SWT.

Begitu juga jepretan Akku Mr'zainal Kosongduapuluh yang dirilis di

Jamaah ABAH GURU SEKUMPUL menggambarkan begitu banyaknya pelayat yang

ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum di rumah duka di

Kompleks Lutfia Gambut.





No comments: