Sunday, December 16, 2012

Telur Bergurat Lafadz 'Allah' di Martapura


TELUR UNIK - Sebuah telur unik dengan guratan mirip lafadz 'Allah' didapat Juanidi (45) dari sebuah kandang ayam peliharaan miliknya, pada Rabu (12/12) lalu.

Ternyata, sebelumnya, Junaidi juga kerap mendapat benda-benda unik, seperti Qur'an mini lengkap dengan peti kuningan, paring sampuk buku dan keris kecil.



MARTAPURA - Keanehan, keganjilan memang kerap hadir di tengah-tengah masyarakat. Gempa bumi yang sebelumnya diduga mustahil terjadi di Kalsel, beberapa waktu

lalu terjadi di Banua Anam. Kali ini, sebuah telur memiliki guratan unik karena mirip dengan lafadz 'Allah' ditemukan oleh Junaidi (45), warga Jalan Sekumpul

Raya RT 2 RW 5, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura Kota.
    Jumat (14/12) tadi, Junaidi yang ditemui Mata Banua mengatakan, telur yang menurutnya tak seperti biasa itu, ia temukan pagi hari Rabu (12/12) lalu

di sekitar pekarangan rumahnya. Ia menduga, telur itu dari ayam betina jenis ayam ras yang sebelumnya dikawin dengan ayam jantan jenis ayam kampung miliknya

sendiri. "Saya tak berani mengatakan kalau ini pasti dari ayam peliharaan saya. Namun, telur ini saya temukan dekat ayam peliharaan saya. Saya pungut dan

simpan karena unik," ucapnya bersahaja.
    Dikatakan Lurah Keraton ini, dirinya sebelum mendapat telur ini memang ada firasat aneh, hanya saja Junaidi enggan mengatakan bagaimana bentuk

firasatnya itu. "Saya hanya heran saja, namun ini semua saya kembalikan kepada Allah. Mungkin Yang Maha Kuasa punya maksud agar saya mesti selalu

mengingat-Nya," paparnya pelan.
    Ditambahkan, ia juga kerap memperoleh barang-barang unik seperti Qur'an mini lengkap dengan peti mini dari bahan kuningan. Kemudian ada juga paring

sampuk buku. "Beberapa bulan lalu, ada orang yang sebelumnya tak saya kenal. Seorang menyerahkan Qur'an ini dan menitip pesan, agar saya memeliharanya.

Kemudian ada juga yang datang dan menyerahkan paring sampuk buku, dan ia berpesan agar saya menyimpannya baik-baik. Saya tak mengerti apa maksudnya, namun

ini saya anggap amanah orang, ya makanya saya simpan saja," tukasnya.
    Meski demikian, Junaidi tak memungkiri kalau dirinya dari ayahnya, masih memiliki pertalian dengan Datu Sanggul yang diperkirakan hidup di awal abad

18 dan kini bermakam di Tatakan, Rantau, Kabupaten Tapin. "Datu Sanggul menurut ayah saya, masih pedatuan kami, wallahu a'lam," sambungnya. Memang ada

semacam legenda, kalau anak murid Datu Sanggul dulu memiliki ilmu-ilmu kepahlawanan dalam rangka melawan kemunkaran.
  
    adi permana   
    

No comments: