Sunday, November 25, 2012

Khairul Saleh Dikukuhkan Sebagai Sultan Banjar



foto:
mb/ist
GELAR - Sultan Banjar Yang Mulia Sultan Khairul Saleh menyematkan tanda kehormatan dan menganugerahkan gelar kehormatan dari

Kesultanan Banjar kepada para tokoh yang berdedikasi tinggi melestarikan budaya dan mengayomi masyarakat Banjar di Gedung

Dekranasda Banjar, Minggu (25/11).

mb/ist
BERSAMA - Sultan Banjar Yang Mulia Sultan Khairul Saleh bersama Permaisuri Hj Raudatul Jannah berfoto bersama dengan para

tokoh penerima gelar kehormatan dari Kesultanan Banjar di Gedung Dekranasda Banjar, Martapura, Minggu (25/11).

MARTAPURA - Pertengahan 2010 lalu dalam Milad ke-506 Kesultanan Banjar, Gusti Khairul Saleh yang adalah Bupati Banjar

dianugerahi gelar Pangeran dan dipercaya memangku jabatan Raja Muda Kesultanan Banjar. Dua tahun kemudian dengan menimbang

jasa-jasanya yang berusaha keras menampilkan kembali darjah dan marwah urang Banjar beserta adat istiadat, tradisi dan

budayanya, maka Dewan Mahkota Kesultanan Banjar melalui ketuanya Pangeran Rusdi Effendi AR mengukuhkan Pangeran Khairul Saleh

sebagai Sultan Khairul Saleh sekaligus sebagai Sultan Banjar era milenium.
    Pengukuhan tersebut disampaikan di depan para bangsawan, tamu kehormatan, para pejabat dan para alim ulama di Gedung

Dekranasda Banjar Jl A Yani Martapura, Minggu (25/11) kemarin melalui acara yang khidmat. Menurut Pangeran Rusdi Effendi yang

juga adalah tokoh Pers Kalsel, Dewan Mahkota Kesultanan banjar memandang bahwa dedikasi Khairul Saleh dalam menyatukan para

bangsawan, terus upaya menghidupkan kembali adat istiadat, tradisi, budaya dan kehormatan warga Banjar layak dibalas dengan

penganugerahan dan pengukuhan Khairul Saleh sebagai Sultan Banjar. Dengan demikian, gelar Raja Muda telah ditingkatkan dan

didefinitifkan menjadi Sultan Banjar.
    Menurut Pangeran Rusdi, pengukuhan Sultan Banjar ini dipandang sangat penting dan mendesak dalam rangka kepentingan

yang lebih luas, yakni mengangkat kehormatan warga Banjar yang memiliki simbol pemersatu kebudayaan, sejajar dengan tradisi

maupun budaya suku bangsa lainnya di Bumi Nusantara, di mana di Indonesia juga telah ada 100-an kesultanan/kerajaan yang

diakui pemerintah pusat sebagai warisan budaya dan kearifan lokal yang tak ternilai harganya.
    Yang Mulia Sultan Khairul Saleh dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Dewan Mahkota Kesultanan Banjar,

maupun semua pihak yang telah memberikan kepercayaan yang menurutnya berat dan mau tak mau harus dijunjung tinggi tersebut.
    "Kesultanan Banjar berada di garis paling depan untuk membentuk karakter anak cucu warga Banjar yang berbudi luhur

dan berdaya hebat di antara suku bangsa lainnya di Nusantara,' ucapnya.
    Ditambahkan, Milad ke-508 Kesultanan Banjar merupakan momentum jihad budaya yang diharapkan bisa menjadi spirit

masyarakat Banjar untuk menghargai budayanya sendiri yang luhur (adiluhung) lagi takzim keopada ajaran Islam.
    "Untuk mengangkat marwah masyarakat Banjar tak ada jalan lain selain membangkitkan kembali adat-istiadat, tradisi dan

budaya yang penuh dengan tatakrama, sopan santun diiringi nilai-nilai religius (Islami)," tegasnya.
    Menurutnya, pelaksanaan Milad Kesultanan Banjar akan slalu dibarengi dengan Festival Muharram agar masyarakat Banjar

memiliki identitas yang kokoh dan mencintai Tahun Baru Islam, bukan seperti sekarang hanya kenal dengan Tahun Baru Masehi.
    Sultan Khairul Saleh juga berkenan menganugerahi gelar-gelar kehormatan kepada para tokoh yang dipandang telah

berjasa melestarikan budaya Banjar, juga tokoh yang berjasa mengayomi warga Banjar di perantauan. Sultan Banjar juga

membnerikan hadiah kepada para pemenang desain Istana Intan yang kelak akan dipakai sebagai masterplan pembangunan Istana

Kesultanan Banjar.
    Sebelumnya, pada Sabtu (24/11) bertepatan dengan 10 Muharram 1434 H adalah suatu momen yang sangat membahagiakan bagi

ummat Islam sedunia, hari ini dikenal dengan Hari Asyura yang menjadi salah satu titik kemuliaan bulan Muharram. Dalam

beberapa riwayat, Tanggal 10 Muharram menjadi salah satu dimana berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi,

diantaranya Allah menerima taubat Nabi Adam AS atas kesalahan yang menyebabkan diturunkan ke bumi.
    Sedemikian banyak keistimewaan yang terjadi namun yang paling penting adalah bulan dimana Tahun Baru Hijriah dimulai,

Tahun Barunya Ummat Islam. Kesultanan Banjar memaknai ini sebagai titik dimana Kesultanan Banjar bangkit dari tidur

panjangnya untuk menggapai kemuliaan bersama seluruh rakyat di jalan budaya.
    Meraih berkah Allah SWT dengan mempertahankan tradisi leluhur serta mematri ajaran Islam dalam detik jantung

kebudayaan. Agama Islam serta akhlak budi dan daya luhur adalah syahadat budaya yang menjadi komitmen Kesultanan Banjar.
    Sultan Banjar, Yang Mulia Sultan Khairul Saleh selaku pemegang amanat penerus Kesultanan Banjar mengajak seluruh

masyarakat untuk bersama membangkitkan dan melestarikan tradisi Bubur Asyura sebagai alat persatuan.
    “Betapa indahnya melihat seluruh kita berbahagia dalam persatuan, kerahmanan dan kerahiman. Ulun yakin apabila ini

terus kita bina tidak ada perpecahan antara kita,” tandas Sultan Banjar saat membuka acara Asyura Kesultanan Banjar, Sabtu

(24/11) pagi tadi bertempat di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.
    Peringatan Hari Asyura ini merupakan rangkaian Milad Kesultanan Banjar ke-508, Sultan Banjar dan seluruh kerabat

Kesultanan  bertekad untuk tetap istiqomah pada perjuangan membangkitkan dan mempertahankan kebudayaan banjar yang luhur.

Dengan harapan anak cucu kita nanti menjadi generasi yang berbudi luhur dan berdaya hebat dalam mengarungi kehidupan modern

yang semakin global.
    Milad ke-508 ini dimaknai tema “Menjunjung Marwah Kukuhkan Kejayaan” sebagai pertanda langkah tegas Kesultanan Banjar

di ranah budaya. Sultan Khairul Saleh merasa kegiatan-kegiatan rangkaian milad ini belum dapat memenuhi kehausan masyarakat

terhadap tuntutan kerja budaya. Namun Raja Muda Sultan Banjar ingin menunjukkan bahwa Kesultanan Banjar berikhtiar

sungguh-sungguh dalam kerja budaya yang dirintis selama dua tahun ini.
    ”sejak awal seluruh masyarakat ulun undang beramai-ramai menyaksikan dan mengikuti Even tahunan ini. Karena sejatinya

ini bukan even Kesultanan tapi even milik masyarakat Banjar,” pungkasnya.
    Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Banjar Drs. H Ahmad Fauzan Saleh, Menkokesra Prof Drs Yudian Wahyudi, Staf Ahli

Menteri Agama RI Prof Dr Nanat Nasir, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah Nispuani, Ketua BKPRMI Pusat, Ketua BKPRMI Kalsel,

Muspida Kabupaten Banjar, Wakil Walikota Tual Propinsi Maluku Adam Narayana, seluruh Kepala SKPD, Camat dan turut hadir ketua

PMI Kabupaten Banjar Mawardi Abbas. adi


No comments: