Wednesday, July 25, 2012

Satu Keluarga Ditebas Perampok

Satu Keluarga Ditebas Perampok
MARTAPURA - Satu keluarga di Dusun Suadung, Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang menjadi korban keganasan tiga oknum perampok yang menyatroni rumah korban di kawasan RT 1, Rabu (25/7) sekitar pukul 01.00 Wita.

Korban luka adalah, Ahmad Saini (37), kepala rumah tangga yang menderita lengan kanan hampir putus dan dua luka lagi di lengan kiri. Hampir serupa, anak sulung korban, Hidayatullah (13) mendapat enam luka bacokan. Terparah jempol tangan kanan hampir putus. Nasib lebih beruntung dialami Munatun (34) yang menderita luka di kepala dan mendapat beberapa jahitan. Ahmad Saini dan Hidayatullah meski terbaring lemah tak berdaya di RSUD Ratu Zalekha.

Menurut informasi, malam itu satu keluarga terdiri dari empat orang tidur nyenyak. Tiba-tiba pintu depan didobrak paksa oleh tiga perampok yang menggunakan parang. Satu orang meringsek masuk langsung memburu ke dalam kamar depan yang dihuni Hidayatullah dan adiknya, Roni (11). Tanpa ampun perampok menebas Hidayatullah yang belum hilang kagetnya. Roni mujur karena langsung lari bersembunyi di gudang benih tak jauh dari dipan.

Mendengar ribut-ribut dan anaknya minta tolong, korban Saini masuk hendak menolong, namun belum sempat apa-apa juga mesti menerima sejumlah bacokan. Si istri korban, yakni Munatun mencoba melindungi suaminya juga naas terkena sabetan di kepala.

Menurut Munatun, perampok memang sempat berkoar dalam bahasa Banjar meminta uang, namun ternyata juga secara membabibuta melakukan penebasan ke arah korban yang cuma petani ini. Diduga perampok mengincar uang hasil korban menjual sapi. Kasus ini kini ditangani Polres Banjar bersama Polsek Sungai Pinang. Tak berhasil memperoleh uang, para perampok memilih kabur. Istri korban kemudian bergegas lari mencari pertolongan. Para korban baru pukul 08.00 bisa dievakuasi ke Martapura yang berjarak puluhan kilometer.

Samsuri, ayah Saini menyesalkan aksi perampokan tersebut. "Pelaku memang keji, apalagi rumah anak saya itu memang jauh dari rumah penduduk lainnya, berkisar satu pal," ucapnya sedih. adi

No comments: