Monday, July 2, 2012

Peternak Mesti Perhatikan Kesrawan



MARTAPURA - Sebuah gerakan atau program baru diperkenalkan Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar, yakni kesejahteraan hewan (Kesrawan). "Program sosialisasi Kesrawan sesuai dengan amanat UU No 18 Tahun 2009, di mana untuk menuju kesejahteraan peternak dan masyarakat pengonsumsi daging hewan ternak, maka peternak juga mesti memperhatikan kesejahteraan hewan ternaknya," ujar Kabid Peternakan Distanbunter Banjar, Dondit Bekti, akhir pekan tadi.
    Menurut pejabat yang sudah puluhan tahun berkecimpung merawat hewan ternak ini, memperlakukan hewan tidak bisa sembarangan, karena justru akan membuat hewan ternak tumbuh kurang sehat. Alhasil, jika hewan ternak kurang sehat maka akan menurunkan kualitas daging. "Jika kualitas daging kurang bagus, maka hal itu justru kurang bermanfaat bagi kesehatan tubuh konsumen yang mengonsumsi daging tersebut," ujarnya.
    Ia mencontohkan masih banyak peternak di Kabupaten Banjar kurang memperhatikan kesejahteraan hewan ternaknya, seperti membawa hewan ternaknya secara berlebihan, seperti ditumpuk berdesak-desakan atau bergelantungan di kendaraan. Selain itu, ada juga yang menyembelih hewan ternak sapi ketika sapi itu belum beristirahat dari perjalanan panjang. "Paling tidak ada jeda 48 jam bagi ternak sapi untuk istirahat, sebelum dipotong. Ini sangat berpengaruh pada kesehatan dagingnya," jelasnya.
    Di samping itu, lanjutnya, ternak sapi semestinya sebelum dipotong, dijauhkan dahulu dari sapi yang akan dipotong. "Ini juga kurang diperhatikan peternak, rumah potong hewan atau kaum muslimin ketika hari raya kurban. Kasihan kalau sapi atau kerbau ditempatkan di satu lokasi di mana di situ juga sapi lainnya dipotong. Hewan bisa jadi stres dan ini mempengaruhi kesehatannya," tukasnya.
    Dondit menyebutkan, di kawasan pegunungan, kerbau atau sapi yang sedang hamil juga kadang masih dipaksa membajak sawah. Padahal, hal itu kurang bagus bagi ksesehatan sapi betina maupun janinnya. "Banyak kasus, janin sapi atau kerbau ketika mau keluar justru salah posisi, akibat sapi betina yang lagi bunting sebelumnya dipaksa bekerja," cetusnya.
    Pihaknya akan terus memberikan penerangan kepada peternak agar memperlakukan hewan ternaknya dengan lebih baik demi kesejahteraan hewan. "Jangan cuma kita ingin untung besar, sementara hewan ternak yang sudah memberikan kita keuntungan justru tidak kita perhatikan pemeliharaan maupun kesehatannya," ingatnya. adi

No comments: