Monday, June 11, 2012

Tim Lelang Proyek Pabrik Es Diperiksa


MARTAPURA - Kejari Martapura secara maraton terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui hal

ihwal proyek pembangunan pabrik es di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Aluh-Aluh, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Senin

(11/6) kemarin, giliran tiga orang yang tergabung dalam tim lelang pengadaan mesin es.
    "Kita hari ini baru saja memeriksa tiga orang yang tergabung dalam tim lelang pengadaan mesin balok es (untuk mengawetkan

ikan). Ini bagian dari penyidikan dari kasus dugaan korupsi pada proyek bernilai Rp5 miliar pada Dinas Perikanan dan Kelautan

Kabupaten Banjar," ujar Kasi Pidsus Kejari Martapura, Agung Pamungkas SH MH kepada Mata Banua, kemarin.
    Hanya saja, Agung enggan membeberkan nama-nama tiga orang yang menjadi saksi terhadap tersangka pejabat pembuat

komitmen (PPPK), NH, yang juga Kabid Kelautan dan Sumber Daya Air Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banjar, dengan alasan

sebagai bagian dari strategi penyidikan. "Kita khawatir nanti saksi-saksi dipengaruhi, jadi biarkanlah dahulu kita rahasiakan," tukasnya.
    Sampai sejauh ini, setidaknya sudah ada 10 orang dimintai keterangan selaku saksi, tujuh orang dari Dinas Perikanan dan

Kelautan Kabupaten Banjar dan tiga orang dari luar dinas yang diduga turut mengetahui proses lelang.
    Agung mengakui kalau bakal memeriksa juga kontraktor, yakni RN maupun BR. RN adalah staf BR selaku penerima kuasa

pekerjaan. Kapan pemeriksaan, Agung berjanji dalam waktu dekat ini. "Yang jelas setiap Senin dan Kamis kita agendakan pemeriksaan

saksi-saksi," tandasnya.
    Menurut Agung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalselteng

terutama dalam mengaudit investigasi proyek tersebut. Ditambahkan, proyek senilai Rp5 miliar itu sebenarnya terdiri dari empat paket,

yakni paket pengadaan mesin es balok senilai Rp2,3 miliar yang dikerjakan CV Lutfia, lalu pengerjaan konstruksi bangunan pabrik es

dan bengkel senilai Rp1,7 miliar yang dikerjakan CV Arsya.
    Ada pula pekerjaan dermaga sandar yang dikerjakan CV Utreo dan juga pengerjaaan jalan lingkungan seputar pabrik balok

es. Namun, kedua paket terakhir dari penyelidikan Seksi Intel Kejari Martapura tidak ditemukan kejanggalan. "Cuma dua paket yang

pertama yang diduga ada penyimpangan," cetusnya.
    Seiring bergulirnya penyidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banjar yang sudah

menetapkan  seorang pejabatnya sebagai tersangka, yakni NH, Kejari Martapura melalui Seksi Pidana Khusus bakal membidik tersangka

lainnya. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat proyek pembangunan pabrik es di Pelabuhan Pendaratan Ikan Aluh-Aluh Kecamatan

Aluh-Aluh ini senilai Rp5 miliar ini diduga melibatkan beberapa orang. adi
    

1 comment:

andrey mansyur said...

Kami dari cv Alief karya tehnik Makassar:spesialis pembuatan dan perakitan pabrik es balok,mulai dari kapasitas 2,5ton/hari sampai dgn 60ton/hari hubungi kami di no tlp:0411 8213413 085299140753 082346508171 email aliefkarya2yahooo.co.id Hormat kami Andrey mansyur.