Sunday, June 17, 2012

Perkara Karet Rp600 Ribu, Terdakwa Masih Ditahan


AMUNTAI - Meski Peraturan Mahkamah Agung No 2 Tahun 2012 telah tegas memerintahkan aparat hukum dan para hakim untuk tidak

menahan terdakwa yang dituduh melakukan pencurian dengan barang bukti bernilai kurang dari Rp2,5 juta ternyata tidak diindahkan

aparat kejaksaan dan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Amuntai.
    Ironis memang, karena para pemuda, yakni Abdul Mutalib, Sahbili, Riadi dan Arbani, warga Lamida Bawah, Kecamatan Juai,

Kabupaten Balangan yang dituduh mencuri beberapa karung karet lum seberat 60 Kg bernilai Rp600 ribu di kebun karet PTPN XIII

Lamida Bawah ditahan oleh polisi, berlanjut jaksa berlanjut oleh hakim sejak 26 Februari 2012 lalu, atau sudah hampir empat bulan

disel. Lebih ironis lagi, Rusmadi bin Zulkifli (33), warga Desa Uwia RT 16 Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong yang memegang

kuasa pengunjukrasa dari warga Lamida Bawah, ikut dijadikan terdakwa dan ditahan dengan tuduhan memerintahkan para terdakwa

melakukan pencurian.
    Dalam perkara 95/Pid.B/2012/PN Amt yang dimajelishakimi oleh Dian Arimbi SH sebagai hakim ketua itu, Rusmadi dituduh

oleh JPU Fahrin Amrullah SH MH dan Rahmat SH melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP, subsider 362 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-2

KUHP atau lebih subsider pasal 362 KUHP Jo pasal 55 ke-2 KUHP.
    "Ini sungguh memalukan, Perma No 2 Tahun 2012 yang menginstruksikan aparat hukum tidak menahan tersangka atau

terdakwa kasus pencurian yang nilai curiannya di bawah Rp2,5 juta ternyata tidak dilaksanakan oleh polisi dan jaksa di Balangan

termasuk para hakim di PN Amuntai," ujar pengamat hukum Supiansyah Darham, Minggu (17/6).
    Kasus itu menurutnya pidana ringan, dan semestinya para tersangka tak perlu ditahan. "Kasihan keluarga tersangka karena

mesti terpisah dengan orang yang dicintai sampai hampir empat bulan. Bukan apa-apa, ini perkara yang menurut Mahkamah Agung

masih ringan, sehingga semestinya tidak perlu ditahan," tambah Sirajul Huda, aktivis LSM Kalsel.
    Bahkan, lanjutnya, perkara ini sebenarnya syarat kepentingan PTPN XIII yang merasa terganggu oleh pengunjukrasa dari

warga Desa Lamida Bawah yang menuntut hak atas lahan yang sekarang diduduki PTPN XIII.
    Berdasarkan kronologis, puluhan warga dipimpin Rusmadi sejak 9 Februari 2012 berunjukrasa di lahan PTPN XIII.

Pengunjukrasa mendirikan kemah dan tenda guna menuntut hak mereka, karena merasa lahan yang sekarang digarap PTPN XIII

sejatinya adalah lahan milik mereka yang dikuasai secara turun-temurun.
    Sekitar 15 Februari, sempat dilakukan dialog mencari titik temu antara pengunjukrasa dengan PTPN XIII yang diwakili wakil

manajer Parnyo yang difasilitasi Polres Balangan. Namun, pertemuan dikabarkan menemui jalan buntu. Tiba-tiba, terjadi peristiwa

penangkapan terhadap para tersangka dengan barang bukti 60 Kg karet. Salah seorang tersangka ketika diinterogasi petugas mengaku

diperintahkan Rusmadi. Belakangan, sebagian warga mengaku ada ditekan polisi untuk menuduh Rusmadi agar tidak dilibatkan dalam

perkara.
    Alhasil, Rusmadi yang sudah jauh hari memasang pengumuman kepada pengunjukrasa yang mengikutnya agar tidak

melakukan pengrusakan maupun pencurian di lahan sengketa, menjadi korban tuduhan dan ikut ditahan hingga sekarang kasusnya

disidangkan.
    "Saya sama sekali tidak pernah menyuruh pengunjukrasa untuk mencuri, ini benar-benar fitnah untuk meredam aksi warga

yang menuntut hal atas lahan yang dikuasai PTPN XIII," ujar Rusmadi ditemui di sela-sela sidang di PN Amuntai, Rabu (13/6) lalu.
    Lucunya, Rusmadi yang berbadan kurus kecil ini ditangkap pada 26 Februari 2012 di lokasi kemahnya oleh Kapolres

Balangan, Kasatreskrim Balangan dan bantuan 100 lebih anggota Brimob. adi  
  
    

2 comments:

Anonymous said...

adakah salinan isi putusannya,kalau ada mohon bantuannya untuk dikirimkan ke email saya wirra_crist@ymail.com untuk saya angka sebagai bahan skripsi saya tentang kasus tipiring,terima kasih

Pisau Sadap Karet said...

Aneh memang negeri ini, kalo semakin tinggi nilai colongannya makin cepat keluarnya