Thursday, May 24, 2012

300 Personil Dan 14 Titik Parkir


MARTAPURA - Persiapan pelaksanaan Haul VII Al Alimul Allamah Al Arifbillah As Syeikh HM Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul,
Minggu (27/5) malam di Mushalla Ar Rudhah, Sekumpul, Martapura, ternyata mesti melibatkan aparat keamanan, terdiri Polres Banjar

sekitar 130 termasuk 50 Polantas, TNI dari Kodim 1006 Martapura dan lain-lain hingga total 300 aparat. Ini masih dibantu lagi oleh

ratusan santri majelis Sekumpul.
    Banyaknya aparat ini tentu saja guna mengantisipasi bakal padatnya gelaran haulan yang diperkirakan menghadirkan

300.000 jamaah baik dari Martapura, pelosok Kalsel hingga luar Kalsel.
    Padatnya jamaah kelak, juga membuat panitia menyiapkan lahan kosong di area Sekumpul tak kurang dari 13 titik. Namun,

titik parkir ini juga diperkirakan tak cukup menampung kendaraan jamaah, terdiri mobil dan sepeda motor, sehingga Sat Lantas Polres

Banjar menyiapkan satu titik lagi di Pusat Perbelanjaan Sekumpul yang kebetulan berhadapan dengan muara Jalan Sekumpul.

Kebetulan, area PPS cukup luas untuk parkir karena PPS belum berfungsi penuih menjadi pasar alternatif.
    Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Henry N Chandra mewakili Kapolres Banjar AKBP Dwi Ariwibowo mengatakan, setidaknya ada

300 personil dan 14 titik parkir.
    "Lalu lintas di jalan provinsi masih seperti biasa, tak ada pengalihan jalur. Namun, pada Minggu itu, pada pukul 16.00 Wita,

muara Jalan Sekumpul tertutup untuk kendaraan, sehingga hanya jamaah dengan berjalan kaki yang diperbolehkan masuk hingga

Kompleks Sekumpul," cetusnya.
    Pangaturan, jamaah yang datang dari arah Hulu Sungai, mesti memasuki Jalan Sultan Adam, tembus Jalan Tanjung Rema,

memutar Jalan Lapas Martapura dan Gang Suwardi dan Gg Madrasah. Sementara dari arah Banjarmasin bisa masuk dari Jalan Guntung

Alaban dan sudah ada lima titik parkir dipersiapkan. Alternatif lain jamaah bisa masuk dari Batas Kota, terus Bani Ahdal Gunung

Ronggeng dan masuk Jalan Pendidikan.
    "Kami berharap, jamaah yang bersepeda motor tetap mengenakan helm demi keselamatan diri. Bahkan kalau bisa, jamaah tak

perlu membawa kendaraan pribadi, melainkan berkelompok dengan menumpang angkutan umum atau carteran demi menghemat area

parkir dan mengurangi kemacetan," sarannya.    Henry juga menyarankan agar area PPS bisa lebih dimaksimalkan untuk digunakan

jamaah memarkir kendaraannya.
    Sementara itu, salah seorang panitia, Ali Muzakkir mengabarkan, di area tertentu gang-gang di Kompleks Sekumpul sudah

berbenah dan mempersiapkan konsumsi bagi jamaah. "Di Gang Taufiq, Gang Mahabbah dan Gg Bersama sudah disiapkan tenda-tenda

untuk menyiapkan konsumsi. Ada ratusan tenaga yang membantu, baik dari santri majelis Sekumpul sendiri maupun dibantu pula

oleh rekan jamaah dari Banjarmasin seperti para santri Guru Zuhdi," terangnya.
    Guru Sekumpul wafat pada 10 Agustus 2005 sekitar pukul 05.00 Wita atau waktu shubuh. Tanggal masehi itu bertepatan
dengan 5 Rajab 1426 Hijriyah. Ulama dan wali qutub yang dicintai jamaahnya dan masyarakat awam ini memang beberapa tahun
sebelumnya menderita sakit keras sampai dirawat di RS Mount Elizabeth Singapura.
    Guru Sekumpul berdasarkan catatan Aman Fatha (11 Agustus 2005) merupakan putra al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul
Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah
Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.
    Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani yang selagi kecil dipanggil dengan nama Qusyairi adalah anak dari
perkawinan Abdul Ghani bin H Abdul Manaf dengan Hj Masliah binti H Mulya. Muhammad Zaini Ghani merupakan anak pertama,
sedangkan adiknya bernama H Rahmah.Beliau dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura pada malam Rabu tanggal 27
Muharram 1361 H bertepatan dengan tanggal 11 Februari 1942 M.
    Ulama kebanggan urang Banjar ini terkenal hingga ke mancanegara, apalagi sejak derajat kewaliannya menanjak sejak 2001

lalu. Bahkan beliau dipercaya sebagai wali qutub atau pemegang pangkat tertinggi dalam dunia wali, di mana wali berbagai tingkatan  di

dunia berjumlah 124.000. adi

No comments: