Thursday, April 19, 2012

PMII Kalsel Rekonsiliasi Gerakan

MARTAPURA - Selasa (17/4), Harlah PMII Konfercab Kalimantan Selatan digelar di Taman Budaya Banjarmasin dengan mengusung tema "Rekonsiliasi Gerakan dalam Refleksi Sejarah PMII".
Dalam kesempatan itu, hadir pula Wakil Bupati Banjar Dr H Ahmad Fauzan Saleh MAg, Pengamat Sosial Ahmad Barjie B dan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel Samsul Rani.
Fauzan Saleh dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada PMII yang memasuki usia ke-52. Dia berharap keberadaan PMII di Kalimantan Selatan dapat memberikan partisipasi dalam rangka pembangunan daerahnya. “Semoga PMII melangkah lebih baik seperti kehedak yang diinginkan oleh para pendirinya,” katanya.
Ketua Umum Koordinator Cabang (Koorcab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalsel periode 2012-2014, Muhammad Radini mengatakan, PMII selalu berusaha semaksimal mungkin melakukan gerakan-gerakan sesuai dengan tujuan didirikannya PMII.
“PKC PMII Kalsel akan melakukan langkah strategis, terutama penguatan kapasitas kader agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendistribusikan kader di seluruh sektor yang ada baik pemerintahan dan khususnya di masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan harlah PMII tersebut, sebelumnya digelar doa bersama dengan pembacaan Al Quran yang dibacakan oleh anggota PMII. Acara dilanjutkan dengan kegiatan seremononial dan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Banjar. Hum/adi

Mandikapau Wakili Banjar Pada Program Desa Percontohan

MARTAPURA - Desa Mandikapau Kecamatan Karang Intan menjadi desa yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar sebagai desa yang akan dijadikan sebagai pilot projek desa percontohan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Hal tersebut dimulai dengan adanya peninjauan oleh tim penilai desa percontohan yang datang ke desa tersebut pada Jum’at (14/4) dipusatkan di Balai Desa Mandikapau.
Ketua tim penilai program Desa Percontohan Kalimantan Selatan tahun 2012 Hj Jauhar Manikam Muchlis Gafuri dalam kesempatan tersebut menyampaikan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan terhadap desa-desa yang dipilih oleh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan sebagai peserta dalam lomba desa percontohan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012.
Dengan pemantauan ke lapangan tersebut, tim dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi desa, perangkat desa, kelengkapan administrasi desa, serta fasilitas penunjang yang ada di desa seperti fasilitas sanitasi dan kesehatan, termasuk juga fasilitas pendidikan yang berbais anak usia dini serta jalan desa. Setelah dilakukan pemantapan, selanjutnya dalam tahapan berikutnya tim akan dilakukan penilaian di semua desa yang telah ditunjuk oleh masing-masing kabupaten/kota.
Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Raudatul Jannah Khairul Saleh dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Desa Mandikapau banyak memiliki keunggulan dibanding desa-desa lain yang ada di Kabupaten Banjar, sehingga pemerintah setempat menunjuk desa tersebut mewakili Kabupaten Banjar pada program Desa Percontohan tahun 2012 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia juga menyebutkan, Desa Mandikapau juga telah mendapat kepercayaan untuk mewakili Kalimantan Selatan pada lomba desa tingkat nasional tahun 2010 dan mendapat predikat tebaik ketiga dari semua kabupaten se-Indonesia.
Mengacu pada kenyataan tersebut, pada program Desa Percontohan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2012 ini, Desa Mandikapau di bawah kepemimpinan Pembakal H Junaidi dapat kembali meraih juara terbaik I. Hal tersebut didasari dengan kelengkapan adminsitrasi desa, fasilitas penunjang lain yang cukup memadai, serta dukungan dari semua lapisan masyarakat desa Mandikapau dalam membangun desa, dan memelihara kebersihan dan keindahan desa sangat tinggi, sehingga Desa Mandikapau dapat dikategorikan sebagai desa yang indah, rapi, nyaman dan aman. Hum/adi

Jalur Hijau Kertak Hanyar Ditertibkan Kembali
MARTAPURA - Senin (16/4) lalu, upaya penertiban PKL di Kecamatan Kertak Hanyar terus dilakukan oleh Pemkab Banjar. Puluhan petugas yang tergabung dalam tim penertiban melakukan penertiban PKL di sepanjang jalur hijau Jalan Ahmad Yani Km 7-8 Kecamatan Kertak Hanyar.
Tim penertiban terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, aparat Kecamatan Kertak Hanyar, dan dikawal polisi, dibantu TNI melakukan penertiban kepada PKL dengan tertib tanpa banyak menuai protes dari mereka.
Tim penertiban menilai keberadaan PKL itu telah mengganggu kebersihan, keindahan dan ketertiban umum. Selain itu, PKL juga telah menyalahgunakan fungsi jalur hijau untuk tempat berjualan. Kami telah melakukan peringatan dan mengimbau pedagang agar tidak berjualan di jalur hijau ini. “Kami pun meminta pedagang segera membongkar sendiri bangunannya,” papar Ahmadi, Kasat Pol PP Kabupaten Banjar.
Kami berupaya mengembalikan keberadaan jalur hijau ini sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai saluran air atau sungai kecil. Jadi tidak untuk berdagang seperti ini jelas Ahmadi.
Dalam penertiban PKL tersebut, nampak para pedagang pasrah lapak dagangannya dibongkar dan diangkut ke truk. Sementara yang lain berjanji akan segera membongkar sendiri tempat jualannya.
“Sebelumnya memang telah ada peringatan dari Pol PP, namun karena ini tempat kita berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kami tetap berjualan,” ujar Asniah (42 tahun) pemilik warung nasi kuning di Km 7,3 RT 2 Kertak Hanyar. Hum/adi

No comments: