Monday, April 23, 2012

Bupati Tinjau Pelaksanaan UN

mb/ist
MORIL - Bupati Banjar Pangeran Khairul Saleh meninjau SMPN 1 Martapura saat pelaksanaan UN. Raja Muda Kesultanan Banjar ini turut

memberikan dukungan moril bagi para siswa agar diperoleh hasil yang memuaskan.



MARTAPURA -  Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digelar di seluruh Indonesia,

tak terkecuali di Kabupaten Banjar, Senin (23/4) berlangsung lancar dan tertib.
    Sebanyak 5.760 siswa SMP dan sederajat se-Kabupaten Banjar mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2011-2012 yang

digelar serentak di seluruh kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dari tanggal 23 sampai dengan tanggal 26 April 2012.  Bupati Banjar H

Pangeran Khairul Saleh didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Drs H Khairil Anwar melakukan kunjungan ke SMPN 1

Martapura.
    Kedatangan H Pangeran Khairul Saleh di sekolah-sekolah ini dalam upaya untuk memberi dukungan, agar para siswa bisa meraih

hasil yang maksimal dan memuaskan. Ia juga menyampaikan dan mendoakan kepada segenap peserta UN dapat meraih hasil yang

maksimal sehingga dapat lulus dengan apa yang diharapkan.  Di samping itui ia mengatakan, dengan konsentrasi dan belajar yang rajin

dan tekun para siswa juga diharapkan dapat lulus dan melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
    Khairul juga mengimbau, kepada siswa-siswi yang mengikuti Ujian Nasional tahun ini untuk belajar bersungguh-sungguh, baik

melalui Internet maupun melalui informasi lainnya, serta menjaga kesehatan dan bisa mengikuti Ujian Nasional sampai selesai.
    Sementara itu pada waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda Wakil Bupati Banjar Dr H Ahmad Fauzan Saleh MAg juga

melakukan eninjauan secara langsung Ujian Nasional (UN) ke SMPN 4 Martapura di dampingi anggota DPRD Banjar Pangeran Wardiansyah

dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Misbahul Munawar.
    Fauzan Saleh mengharapkan, Ujian Nasional pada tahun ini dapat telaksana dengan lancar dengan hasil yang memuaskan, serta

ia juga meminta kepada para siswa untuk bejar bersungguh-sungguh, agar nantinya bisa menjawab soal-soal yang akan diujikan agar bisa

mendapatkan nilai yang memuaskan.
    Ia juga meminta, para pengawas yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UN di setiap sekolah agar dapat melakukan

pengawasan secara maksimal terhadap semua siswa yang mengikuti UN sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
    Kemudian Kepala Sekolah SMPN 4 Martapura, Drs M Arsyad MPd menyampaikan, untuk SMPN 1 Martapura  akan dilaksanakan UN

selama empat hari dari tanggal 23 April sampai dengan 26 April 2012, dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia,

Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, dan untuk tahun ajaran 2011-2012 ini SMPN 4 Martapura terdapat 213 orang siswa dan siswi kelas III

yang terdaftar. hum/adi

Donor Darah Warnai HUT Linmas
MARTAPURA - Peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) tahun 2012 tingkat Kabupten Banjar diperingati

dengan apel bersama Linmas, dan Bakti Sosial Donor Darah yang digelar pada, Senin (23/3) di halaman kantor Pemkab Banjar.
            Bupati Banjar H Pangeran Khairul Saleh melalui Sekda setempat H. Nasrunsyah saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri H

Gamawan Fauzi ketika memimpin apel peringatan Hari Linmas 2012 memyampaikan,  Peringatan Linmas tahun ini mengangkat tema

”Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mengemban Tugas Dalam Membantu Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana”.
            Tema ini sangat tepat dan strategis bila dikaitkan dengan eksistensi Satlinmas selama ini. Dengan peran dan fungsi tersebut,

pemerintah tetap memiliki komitmen yang tinggi terhadap potensi Satlinmas agar terus berdaya guna dan berhasil guna bagi masyarakat

dalam menunjang program pemerintah.
            Tema tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta Satuan Perlindungan Masyarakat dalam salah satu bidang tugasnya

yaitu membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi

tanggungjawab Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah saja, tapi juga seluruh komponen masyarakat. karenanya, partisipasi

masyarakat selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjamin suksesnya penyelenggaraan penanggulangan bencana.
            H Gamawan Fauzi mengatakan, aspek geografis negara kita merupakan kekuatan sekaligus kelemahan bangsa ini, mengingat

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang berada diantara dua benua dan dua samudera serta terbentang digaris khatulistiwa yang

terletak pada pertemuan 4 (empat) lempeng tektonik utama dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di Asia yang

sering dilanda bencana alam. Selain itu, kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sangat rentan akan timbulnya bencana sosial

maupun bencana kemanusiaan. Oleh sebab itu, kita dituntut selalu siap dan waspada untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya

bencana yang ditimbulkan oleh alam, non alam maupun bencana sosial, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan

kerugian harta benda maupun korban jiwa.
            Dalam mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana, para anggota Satuan Perlindungan Masyarakat di

desa/kelurahan baik secara perorangan maupun secara Satuan perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan Kewaspadaan Dini

sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2008 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah, agar

anggota Satuan Perlindungan Masyarakat mempunyai kepekaan, kesiagaan dan antisipasi dalam menghadapi segala potensi dan indikasi

timbulnya bencana.
            Khusus pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat dalam Penanggulangan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana,

Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.362/4396/SJ tanggal 11 Desember 2009 tentang Pemberdayaan Satuan

Perlindungan Masyarakat dalam Membantu Kegiatan Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor, telah meminta para Gubernur,

Bupati/Walikota yang wilayahnya rawan bencana agar memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membawahi Perlindungan

Masyarakat se-optimal mungkin dalam membantu program yang dimaksud.
            Ia juga mengharapkan, Dalam optimalisasi pemberdayaan aparat harus selalu dilakukan dengan cara melibatkan aparat Satuan

Perlindungan Masyarakat dalam kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana termasuk di dalamnya pengurangan resiko bencana

sebagai bagian dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Aparat Satuan Perlindungan Masyarakat juga dapat difungsikan sebagai

mobilisan yang sewaktu-waktu siap membantu penanggulangan bencana di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersama-sama

dengan komponen bangsa lainnya.
          Pemerintah daerah juga diminta untuk memperhatikan beberapa hal yakni,Pemerintah Daerah agar dapat meningkatkan kapasitas

Sumber Daya Manusia Aparat Satuan Perlindungan Masyarakat sehingga menjadi profesional dalam mengemban tugasnya dilapangan

khususnya dalam membantu penanggulangan bencana, Memberdayakan Aparat Satuan Perlindungan Masyarakat lebih kepada tugas

pokok dan fungsi utama yang dimilikinya, Mempersiapkan Satuan Perlindungan Masyarakat sebagai mobilisan yang sewaktu-waktu siap

untuk dimobilisasi sebagai komponen cadangan negara, Senantiasa menjalin dan meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang sinergis

dengan instansi terkait serta lembaga masyarakat lain dalam melaksanakan tugas pokok Satuan Perlindungan Masyarakat. hum/adi

No comments: