Monday, March 5, 2012

Dada Bocah 7 Tahun Tertembak

TKP - Anak-anak, teman bermain Ahmad Naji menunjukkan pohon dan lokasi terjatuhnya Naji setelah terkena peluru nyasar

pemburu monyet di Desa Sungai Arpat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (5/3).

MARTAPURA - Seorang bocah tujuh tahun, Ahmad Naji, warga Desa Sungai Arpat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar,

mengaduh dan terjatuh dari pohon karet, beberapa saat usai tertembak peluru seorang pemburu monyet, Minggu (4/3) sekitar

pukul 15.00 Wita.
Raungan anak yang baru sekolah kelas dua di SD Sungai Arpat ini kontan membuat teman-temannya yang lain, yakni Aidi

Hasan (11), Anang Maulana (11), Iqbal (10), Anang Syairan (12), Rusli (11) dan Ijul (9) lari terbirit-birit dari hutan

karet di TKP.
Beberapa saat kemudian, beberapa orang pemburu, kebanyakan dari warga keturunan berhamburan ke lokasi tertembaknya

sang bocah yang merupakan anak dari Supian alias Iyan (40), penduduk RT 3 Desa Sungai Arpat. Bersama sejumlah warga yang

kebetulan berada di lapangan bola, tak jauh dari lokasi, korban yang dada kanannya mengeluarkan darah langsung dievakuasi.

Dengan mengendarai sepeda motor, korban dilarikan ke rumah sakit.
Kabar terakhir menyebutkan, Senin (5/3) siang, korban menjalani operasi di RS Sari Mulia Banjarmasin untuk

mengeluarkan peluru yang masih bersarang di dada mungilnya.
Menurut Aidi Hasan, korban bersama teman-temannya penasaran ingin melihat dari dekat aksi perburuan monyet yang

kerap dilakukan oleh sekelompok pemburu monyet di desa mereka. Lokasi perburuan memang agak jauh dari pemukiman, yakni di

hutan karet.
"Kami lalu masing-masing menaiki pohon karet. Naji yang paling kecil entah bagaimana, juga memanjat pohon karet.

Padahal, dia tidak terlalu mahir memanjat. Ketika lagi di pohon, sekitar 10 meteran dari Naji, saya kaget, karena Naji

tiba-tiba berteriak seperti kesakitan. 'Maaaaa...' katanya," ujar Aidi mengisahkan.
"Begitu mendengar Naji terjatuh ke tanah, kami semua lari ketakutan dan kami tidak tahu bagaimana Naji. Namun kata

para orangtua, dada kanannya terkena peluru dan berdarah," kata Aidi ngeri.
Kapolres Banjar AKBP Dwi Ariwibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Wildan Alberd dan Kapolsek Karang Intan Iptu Widi

membenarkan kalau telah terjadi ada anak tertembak di Desa Sungai Arpat.
Menurut Dwi, si anak telah dilarikan ke rumah sakit dan dilakukan penanganan medis. Dikatakan, kemungkinan terjadi

peluru nyasar ketika pemburu melepaskan tembakan ke arah monyet di hutan karet desa tersebut.
Polres Banjar kini mengamankan Rikki Fanda alias Rikki bin Bun Khi Ho. Pria keturunan berusia 34 tahun ini tercatat

sebagai warga Kompleks Banua Permai, Sungai Besar, Banjarbaru.
Kapolres memastikan kalau Rikki bukan anggota Perbakin Kalsel sebagaimana sempat diisukan di pagi kemarin itu,

kalau telah terjadi anak terkena peluru nyasar dari salah seorang anggota Perbakin. adi

No comments: