Friday, February 3, 2012

Usai Nonton BF Di Warnet, Cabuli Bocah


MARTAPURA – Fit (17) , seorang remaja warga Jalan Pemajatan RT 7 RW 03 Kecamatan Gambut, harus berurusan dengan hukum akibat mencabuli seorang gadis cilik, sebut saja Bunga (10). Perbuatannya itu dilakukan karena terangsang usai menonton film porno (BF) di sebuah Warnet tak jauh dari balai milik PU di Jalan Pemajatan.

Kapolres Banjar AKBP Dwi Ariwibowo didampingi Kasat Reskrim-nya AKP Wildan Albert, Kamis (2/1) menerangkan, remaja itu ditangkap Kamis dinihari itu juga setelah ada laporan dari orangtua korban serta bukti dan saksi yang cukup.

“Pelaku sebenarnya tidak menyadari kalau dia sudah dilaporkan. Kita menunggu bukti yang cukup, baru menangkapnya tanpa perlawanan di kediaman orangtua pelaku,” terangnya.

Karena masih remaja, Fit akan dikenakan pasal 81 dan 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun.

Diakui Fit, beberapa hari sebelumnya, Senin (30/1) ia memang bermain di sebuah Warnet. Kemudian temannya menunjukkan situs porno, dan ia pun menonton tayangan dewasa tersebut.

Menurutnya, karena terangsang, ia pun mencari sasaran. Tiba-tiba matanya tertuju kepada Bunga yang saat itu sedang bermain-main dengan teman-teman sebayanya, tak jauh dari Warnet.

“Saya katakan kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengannya, dan teman-teman lainnya saya suruh pulang. Kemudian Bunga saya ajak ke belakang balai milik PU. Lalu saya bopong. Saat itu dia berontak dan mau berteriak, namun saya bekap. Terus saya bawa ke hutan belukar,” akunya.

Mulanya, pakaian Bunga pelaku singkap. Fit lalu menggerayangi kemaluan Bunga dengan jarinya. Setelah itu Fit memasukkan alat vitalnya yang sudah mengeras ke kemaluan Bunga, namun hanya sampai kepalanya saja. “Cuma masuk kepalanya saja, ada delapan kali goyang kemudian saya kocok-kocok, keluar,” paparnya di hadapan penyidik.

“Sebelum dia pulang, saya ancam dia agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Saya ancam akan bunuh dia kalau melakukan itu,” cetusnya.

Sesampainya di rumah, Bunga menangis sehingga orangtuanya menjadi curiga, sampai akhirnya kejadian tersebut terbongkar. adi

No comments: