Thursday, December 1, 2011

Giliran Brankas Sekolah Dibobol Pencuri

TANJUNGÄ Ä © Setelah Rabu (23/11) lalu brankas Dinas Pendidikan
Kabupaten Tabalong dibobol pencuri dan berhasil menggasak uang
sejumlah Rp18,5 juta, kini pada Kamis (30/11) malam giliran Sekolah
Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanjung yang terletak di Jalan
Jaksa Agung tepatnya di seberang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Badaruddin disatroni maling.
Á ÁAkibatnya uang sebesar Rp20 jutaan di dalam brankas yang
disimpan di ruangan kepala sekolah (Kepsek) raib. Bukan itu saja,
pencuri juga berhasil mengambil satu buah laptop dan satu buah
handycam.
Aksi pencurian ini baru diketahui pada Kamis (1/12) sekitar
pukul 06.00 Wita, oleh paman sekolah, Rumansi. Saat itu dirinya
seperti hari©hari biasa membuka kunci kantor, setelah pintu dibuka
dia melihat ada brankas berada di luar ruangan dengan keadaan
telentang. Kemudian dia masuk ke dalam ruangan Kepsek dan lagi©lagi
dilihatnya brankas yang ada di dalam terbuka pintunya.
"Melihat hal itu saya kemudian menelpon wakil kepala sekolah,
Parhani melaporkan kalau sekolahan telah kemalingan, kemudian
Parhani yang melaporkan kepada Kepsek. Oleh Kepsek kejadian itu
dilaporkan kepada polisi," ujarnya.
Dikatakannya, pencuri diduga masuk melewati jendela kantor
tata usaha, yang tidak dilengkapi teralis. Ini terlihat dari
jendela yang kuncinya rusak dan terbuka.
Kejadian pencurian yang menimpa sekolah ini merupakan kali
ketiga. Aksi sebelumnya ruangan Kepsek juga pernah dibongkar, kala
itu jendela sempat dipecah, namun aksi pencuri dipergoki dan
pelakunya lari. Keduakalinya giliran ruang dewan guru dan ruang
kelas yang pintunya dibongkar namun tidak ada yang hilang.
"Aksi ketigakalinya pencuri membongkar brankas yang ada dalam
ruangan Kepsek dan berhasil membawa sejumlah uang, laptop dan
handycam," terang Rumansi.
Sementara itu Wakil Kepsek SMPN 2 Tanjung bagian Humas,
Sulaiman mengatakan, ada dua brankas yang ada dalam ruangan Kepsek
yang dijebol pencuri. Yang berhasil dibongkar pencuri, brankas yang
ditanam dalam semen dan berisikan uang, laptop dan handycam.
Sedangkan brankas satunya meski sempat dibawa ke luar ruangan,
namun tidak berhasil dijebol, kebetulan brankas itu juga tidak ada
isinya.
Rencananya uang tersebut untuk membayar pajak dari rehab
bangunan sekolah, berupa perpustakaan dan ruang kelas, dan juga
untuk pembuatan tandon air.
"Rencananya uang tersebut akan disetorkan ke Kantor Pajak pada
hari ini, Kamis (1/12), namun ternyata malah dicuri orang,"
tuturnya.
"Sebenarnya kita mempunyai petugas jaga malam, namum kebetulan
malam kejadian penjaga malam jaga sampai pukul 12.00 Wita, kemudian
pulang. Namun rupanya dia ketiduran karena kecapean, sebab ada
keluarganya yang meninggal dunia," imbuhnya.
Kapolres Tabalong AKBP Trijan Faisal melalui Kasat Reskrim AKP
Nuryono membenarkan telah terjadi aksi pembobolan brankas di SMPN
2 Tanjung. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah pelakunya
sama dengan pembobol brankas di Dinas Pendidikan minggu lalu.
"Saya belum bisa memastikan apakah pelakunya sama denganÔ h) 0*0*0*° ° Ô pembobol brankas di Disdik minggu lalu, namun modusnya sama masuk
lewat jendela," ujarnya singkat. Ã Ãamn/adi

No comments: