Tuesday, November 1, 2011

Polisi Lepas Police Line Dunfe

BANJARMASINÄ Ä © Beberapa pekan sebelumnya, tiga buah mobil milik
istri Benny dilepas police line©nya, kali ini, giliran tempat
hiburan malam (THM) Dunfe yang dilepas setelah sejak awal Agustus
lalu diberi garis polisi menyusul ditemukannya kiloan sabu di
gudang THM Dunfe.
Á ÁPelepasan police line ini terkesan misterius dan kabarnya
sudah dilaksanakan sejak Sabtu (29/10) lalu menyusul keluarnya
kebijakan dari Polres Jakarta Barat yang menangani kasus 4 Kg sabu
tersebut yang menyeret empat tersangka.
Á ÁDari pantauan, memang bentangan garis polisi di THM tersebut
sudah tidak ada lagi. Terkait hal tersebut, Kasubdit I Dit Narkoba
AKBP Made Wijana mengaku belum mengetahuinya.
Á ÁHanya saja, Fauzan Ramon SH MH kuasa hukum Dunfe tidak
membantah kalau telah dilakukannya pelepasan police line di THM
Dunfe.
Á Á"Bisa dilihat sendiri, police line di THM Dunfe sudah tidak
ada. Kita berterima kasih atas kebijakan Polres Jakarta Barat,
maupun Polda Kalsel. Jika beberapa bulan police line tak jadi
dilepas, itu tak masalah, karena masalah teknis penyidikan. Namun,
karena penyidikan di lokasi (THM) sudah selesai, maka tak ada
alasan untuk berlama©lama memasang police line," cetus Fauzan.
Á ÁMenurutnya, jika memang tak ada bukti lain di Dunfe, maka
sudah sewajarnya kalau police line mesti dilepas.
Á Á"Sementara terkait soal Beny, itu tentu wewenang kepolisian,"
ucapnya.
Á ÁDiakui Fauzan, pelepasan police line itu, berdasar permohonan
pihaknya ke Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat.
Á ÁDi samping itu, ada alasan lain, yakni pengelola yang baru
memiliki tanggung jawab untuk kelangsungan tempat usaha yang banyak
melibatkan ratusan karyawan. "Mereka (karyawan) ini perlu tetap
bekerja, sehingga alasan sosial saya pikir masuk akal, kalau Dunfe
bisa kembali beraktivitas," bebernya.
Á ÁJika Dunfe terus ditutup, maka dampak sosial akan besar,
mengingat bakal terjadi pengangguran, di samping beban pengelola
baru yang mesti terus membayar honor karyawan yang sementara
dirumahkan.
Á ÁTak cukup itu, pengelola juga masih terus membayar sewa tempat
dengan pemilik gedung yang nilainya mencapai Rp200 juta lebih
setiap bulannya.
Á ÁFauzan mengatakan, selepas ini, pengelola baru akan secepatnya
mengoperasionalkan Dunfe yang bersih dari Narkoba. Ã Ãadi

No comments: