Thursday, November 24, 2011

Pencuri Gasak Rp18,5 Juta Dari Brankas Disdik

TANJUNG Ä Ä© Pencurian dengan penjebolan brankas pada Dinas Pendidikan
(Disdik) Kabupaten Tabalong, menambah deret panjang kasus yang sama
di Provinsi Kalimantan Selatan, namun sampai saat ini kasus©kasus
itu belum juga terungkap.
Á ÁUntuk kasus pencurian dengan penjebolan brankas pada Disdik
Tabalong diketahui pada saat pegawai kebersihan M Arsyad bermaksud
membuka pintu ruangan keuangan sekitar pukul 6 pagi, Rabu (23/1).
Saat itu ruangan kantor yang pertama dibukanya adalah ruangan
keuangan. Begitu akan membuka pintu ternyata tidak bisa, kemudian
pintu itu olehnya didorong paksa.
Dikatakannya, setelah pintu terbuka dilihatnya ada meja yang
menghalangi pintu itu, kemudian lampu dinyalakan hingga terlihat
ruangan berantakan serta dua buah brankas terlihat rusak dengan
posisi satu terbaring dekat jendela dan satu lagi dalam posisi
miring.
"Setelah itu saya teriak ada kebongkaran, kemudian berdatangan
warga sekitar kantor ini. Lalu mencoba menghubungi pegawai lainnya
melalui telpon, namun tidak ada yang aktif," terangnya.
Kemudian diapun mendatangi rumah Sekretaris Disdik, namun yang
bersangkutan lagi tidak ada di rumah, sampai akhirnya bertemu
Kadisdik di simpang Samsat.
"Meski bukan tanggung jawab saya, pada malam©malam sebelumnya
saya tanpa sepengatahuan penjaga malam sering melakukan ronda
malam, namun malam kejadian karena lagi sakit gigi tidak
melakukannya," terangnya.
"Meski demikian saya sempat mengingatkan kepada penjaga malam
agar waspada dan berhati©hati, karena banyak kejadian akhir©akhir
ini," ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Erwan saat ditemui
mengatakan, dua minggu yang lalu dia sempat mengingatkan kepada
penjaga malam agar lebih waspada, terhadap aksi pencurian, karena
di koran ada beberapa kantor yang dibobol pencuri.
Menurut pengakuan penjaga malam, sekitar pukul 01.00 Wita, ia
sempat keliling kantor, namun tidak ada yang mencurigakan, dan pada
pukul 5 subuh ia pulang. "Sekitar pukul 02.00 Wita, istri M
Arsyad, mendengar bunyi berisik, namun karena dikira hanya bunyi
tikus ia pun tidak mengindahkannya," ujar Erwan.
Akibat kejadian ini kerugian yang dialami Disdik sekitar
Rp18,5 juta. Uang tersebut di dalam dua brankas yang masing©masing
berisi uang Rp3,5 juta dan Rp15 juta.
Rp3,5 juta merupakan uang arisan dan yang Rp18,5 juta terdiri
dari uang insentif guru honor Rp8 jutaan dan sisanya uang titipan
bidang©bidang.
"Dengan kejadian ini kami akan melengkapi CCTV di dalam
ruangan©ruangan yang dianggap vital serta akan memperkuat keamanan
kantor lagi," ucap Erwan.
"Untuk menutupi sisa pembayaran insentif guru, kami akan
usulkan ke Bupati, akan tetapi terlebih dahulu akan kami dataÔ h) 0*0*0*° ° Ô berapa guru honor yang belum dibayarkan insentifnya," tukasnya.
Kapolres Tabalong, AKBP Trijan Faisal melalui Kasat Reskrim
AKP Nuryono membenarkan telah terjadi pembobolan brankas di Disdik
Tabalong. Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara
(TKP). Dugaan sementara pelakunya merupakan spesialis pembobol
brankas dan diduga pelakunya lebih dari satu.
Ujarnya lagi, dari olah TKP diduga kejadiannya sekitar pukul
02.00 Wita. Pelakunya masuk ke dalam ruangan melalui belakang
kantor dengan cara menjebol tralis jendela dan dibengkokkan ke
atas, kemudian masuk lewat jendela.
"Untuk mengungkap kasus itu kami saat ini mengumpulkan
keterangan, dan penjaga malam sedang kita lakukan pemeriksaan,"
terangnya.Ã Ã amn/adi

No comments: