Wednesday, September 21, 2011

Toniansyah Dihabisi Dengan Palu

TANJUNGÄ Ä © Toniansyah (30) warga Gg Sepakat RT 23 Banjarmasin, yang
sudah kurang lebih tujuh tahun berada di Tabalong, dibunuh oleh
teman sekerjaannya Muhammad Subli alias Usuf(23), Sabtu (19/9)
lalu sekitar pukul 20.30 Wita di Mabuun RT 1 Kecamatan Murung
Pudak.
Á ÁMenurut pengakuan tersangka Usuf, kejadiannya bermula dari
pesta minuman beralkohol merek Gajah yang dicampur dengan minuman
kaleng yang dilakukan korban bersama empat orang lainnya yaitu,
Toniansyah (korban), Fahriansyah (saksi), Said dan temannya yang
tidak diketahui namanya.
Setelah habis dua botol alkohol, Said dan temannya langsung
pulang, hingga yang tertinggal korban dan tersangka serta
Fahriansyah. Saat itulah terjadi cekcok antara Fahriansyah dengan
korban, oleh tersangka perkelahian tersebut dilerai.
Setelah dilerai, Fahriansyah pun langsung pulang, ternyata
korban tidak terima atas kejadian itu hingga tersangka dipukul dan
mengenai wajah tersangka. Karena dipengaruhi minuman keras kedua
orang itupun terus saja berkelahi dan bergumul, tanpa sengaja
tersangka melihat ada palu di dekatnya, dan tanpa pikir panjang
langsung dipukulkan ke kepala korban berkali©kali sampai korban tak
berdaya lagi, melihat itu pompa angin pun sempat dipukulkan dua
kali ke korban.
Melihat korban sudah tak berdaya namun masih bernafas
tersangkapun berlalu dari tempat kejadian di Mabuun RT 01 Kecamatan
Murung Pudak, menuju ke Mall Mabuun untuk main bilyar dan makan.
Mayat Toni diketahui pertama kali oleh istri Ali Musa, yakni
Kariami (32) yang merupakan bos tempat mereka bekerja sebagai
pengumpul besi©besi bekas. Selanjutnya oleh Ali dilaporkan kepada
anggota polisi.
Anggota yang mendapat laporan tersebut langsung melakukan olah
TKP dan mencari pelaku. Selang kurang lebih 15 menit tersangka
berhasil ditangkap di lokasi bilyar di Mabuun.
Kapolres Tabalong, AKBP RP Mulya melalui Kasat Reskrim AKP
Nuryono membenarkan telah terjadi pembunuhan, pihaknya telah
mengamankan tersangka beserta barang bukti satu buah palu dan pompa
angin yang digunakan untuk menghabisi korban.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan telentang tak bernyawa
lagi di pinggir jalan sekitar 10 meter dari TKP awal. Setelah
dilakukan olah TKP korban dibawa ke Rumah Sakit Badarudin Tanjung.
"Korban mengalami pendarahan di kepala hingga meninggal dunia,"
ujar Kasat.
Sedangkan jenazah korban, Selasa (20/9) pukul 09.30 Wita sudah
dijemput kakaknya, Bahriannor bersama keluarganya dari rumah sakit
untuk dibawa pulang ke Banjarmasin dan dimakamkan di sana. Ã Ãamn/adi

No comments: