Thursday, July 21, 2011

Meski Terbaik Kajati Belum Puas

BANJARMASIN © Meski Kejati Kalsel menjadi yang terbaik di Indonesia
dalam soal penanganan kasus korupsi dengan banyaknya kasus yang
tertangani, namun Kajati Didiek Sukarno SH tetap saja merasa masih
belum puas.
Á ÁHal itu disampaikannya dalam jumpa pers tahunan dalam rangka
Hari Bhakti Adhyaksa ke©51 di gedung Kejati Kalsel Jl DI
Pandjaitan, Banjarmasin, Kamis (21/7).
Á Á"Selama saya 10 bulan memimpin Kejati Kalsel, memang banyak
kasus korupsi ditangani. Namun, sepertinya saya masih belum puas.
Meski demikian, dengan keterbatasan personil yang ada, kita akan
bekerja secara optimal, demi memenuhi harapan masyarakat," cetusnya
didampingi segenap petinggi Kejati Kalsel, termasuk Wakajati
Budiono SH, As Intel Sumardi SH dan As Pidsus Erwindu SH.
Á ÁMenurutnya, masih ada kesan bahwa moral penegak hukum
kejaksaan masih menjadi tanda tanya masyarakat. "Maka dari itu,
kita akan berupaya bekerja dengan jujur, meningkatkan moralitas
aparat guna menjadi aparat hukum yang jujur dan berwibawa. Untuk
itu, masukan dari masyarakat akan kita terima, apalagi ditambah
dengan bukti©bukti," paparnya.
Á ÁSekadar gambaran, lanjut Didiek, kinerja aparat sebenarnya
optimal, namun akibat terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kasus
masuk dengan aparat yang menangani, sehingga terjadi over kapasitas
beban kerja. "Seluruh Kalsel, jaksa ada 208 orang, sementara TU 350
orang. Idealnya, seorang jaksa dibantu tiga orang TU," bebernya.
Á ÁUntuk kinerja intelijen, seluruh Kalsel ada 48 kasus yang
diselidiki, dengan 19 di antaranya sudah masuk ke tingkat
penyidikan.
Á ÁSementara dalam kasus korupsi, sejak Januari hingga Juni 2011
ini, 38 kasus tahun lalu ditambah 22 kasus tahun berjalan, sehingga
berjumlah 60 kasus. Di antara 60 kasus itu, 15 sudah masuk ke tahap
penuntutan.
Á ÁMeski secara kuantitatif jumlah kasus tertangani besar bahkan
terbanyak di Indonesia, namun masyarakat masih menilai, Kejati
Kalsel dan jajarannya belum optimal mengungkap kasus korupsi dari
proyek©proyek besar di Kalsel.
Á ÁBahkan, sempat muncul isu kalau Kejati Kalsel tak bisa berbuat
banyak, karena diduga telah menerima setoran tetap dari instansi
tertentu di Kalsel Rp5 miliar setiap tahun.
Á Á"Isu tersebut begitu menyedihkan. Demi Allah, kami tak kenal
dengan pimpinan instansi tertentu yang disinyalir memiliki anggaran
proyek besar," tegas Didiek menjawab pertanyaan wartawan terkait
isu miring tersebut.
Á ÁIsu itu terdengar karena sejauh ini, bahkan beberapa tahun
terakhir, tak pernah ada aparat dari intansi tertentu yang memegang
anggaran proyek sangat besar tersentuh hukum, termasuk pengusaha
dari perusahaan yang menggarap proyek©proyek besar tersebut.
Á ÁBahrudin alias Udin Palui dari LSM KSHNM HST berharap agar
Kejati Kalsel lebih berani mengungkap dugaan penyimpangan pada
proyek©proyek besar yang dikelola oleh instansi di Pemprov Kalsel
yang diduga memiliki anggaran terbesar ketimbang instansi lainnya.
Á Á"Buktikan kalau isu tersebut tidak benar dengan cara aparat
serius mengawasi atau bahkan menyingkap dugaan penyimpangan pada
proyek©proyek besar di instansi tertentu tersebut," tegas UdinÔ h) 0*0*0*° ° Ô Palui. Ã Ãadi

No comments: