Wednesday, July 27, 2011

Kejati Masih Telusuri Dugaan Penyimpangan RSUD Ulin

à Ã
BANJARMASIN © Ä ÄPihak intelijen di Kejati Kalsel masih terus berupaya
mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) mengenai dugaan
penyimpangan dana Rp1,4 miliar di RSUD Ulin. Rabu (27/7) kemarin,
giliran Kasubag Akuntansi RSUD Ulin, Nasrullah diwawancarai intel.
Á ÁWawancara yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wita itu
berlangsung hingga sore. Ada sekitar 20 pertanyaan dilontarkan
intel, namun menurut informasi, kebanyakan, yang bersangkutan
mengatakan tidak begitu mengetahui penggunaan dana tersebut.
Á ÁKasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH mengakui
adanya serangkaian penyelidikan dalam kasus yang sejatinya adalah
temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut.Ã Ã
Á ÁÄ ÄHanya saja, Rajendra tidak mau merinci hasil wawancara
tersebut dengan alasan kasus masih dalam tataran penyelidikan dan
pulbaket.
Á ÁSebelumnya, Kejati Kalsel sedang menyelidiki bagaimana
prosedur penggunaan dana Rp1,4 miliar yang diduga tidak sesuai
ketentuan atau peruntukannya.
Á ÁSelasa (26/7) lalu, intel juga mewawancarai Kabag Keuangan
RSUD Ulin, Hanafi dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan, Rusniah.
Mereka didampingi Kepala Seksi Hukum dan Kemitraan RSUD Ulin,
Machli Riyadi.
Á ÁPihak Kejati sendiri sudah mengakui adanya penyelidikan dan
pulbaket tersebut, yang menurut Rajendra masih dalam konteks ingin
mengetahui bagaimana penggunaannya, sebab disinyalir ada
ketidakjelasan penggunaan yang notabene tak sesuai peruntukan,
termasuk mencurigakannya soal pengelolaan parkir dan pengadaan
alat©alat kesehatan.
Á ÁIntelijen juga berusaha mengungkap bagaimana prosedur yang
sebenarnya dalam penggunaan dana tersebut, proses pencairan dan
apakah dana hasil parkir dimasukkan ke kas daerah ataukah tidak.
à ÃÁ ÁÄ ÄSebelumnya juga,à à Markiyah, Bendaraha RSUD Ulin Banjarmasin,
Selasa (19/7) lalu Ä Ämenghadiri sesi pulbaket di Kejati Kalsel.Ã Ã
Á ÁDiketahui Kejati Kalsel menindaklanjuti adanya laporan
masyarakat dan pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sempat
berunjukrasa di depan kantor Kejati Kalsel.
Á ÁMereka meminta pihak Kejati Kalsel untuk menelisik adanya
dugaan penyimpangan anggaran di RSUD Ulin Banjarmasin, yang
dinyatakan pula oleh pihak BPK RI.
Á ÁDugaan penyalahgunaan anggaran itu di antaranya digunakan
untuk senam pagi dan tali asih untuk karyawan rumah sakit yang
sudah purna tugas. Lantaran anggaran diambil bukan pada posnya maka
menjadi temuan yang tak bisa dipertangungjawabkan
Á ÁNamun menurut pihak RSUD Ulin Banjarmasin dalam keterangan
pers mengatakan kalau temuan BPK RI itu bukanlah penyimpangan dana
atau anggaran, melainkan hanya kekurangan administrasi dalam
penggunaan anggaran, yang kemudian oleh BPK RI mereka diberi waktu
selama 60 hari untuk melengkapi dan membenahi administrasi
tersebut.
Á ÁÄ ÄSedangkan uang sebesar Rp1,4 miliar itu sudah diganti melalui
dua tahap, pertama Rp400 juta, dan kedua Rp1 miliar, disetorkan ke
rekening rumah sakit.
Á ÁDari informasi berkembang, khusus untuk pengadaan alat©alat
kesehatan, Kejati Kalsel juga bekerjasama dengan Sat Tipikor DitÔ h) 0*0*0*° ° Ô Reskrimsus Polda Kalsel. Diduga ada penyimpangan pada pengadaan
alat CT scan.
Á ÁMenurut Kasat Tipikor AKBP Didik Sudaryanto, sudah puluhan
staf termasuk Direktur RSUD Ulin dr Abimanyu yang dimintai
keterangan. Dalam waktu dekat, polisi juga meminta keterangan dari
pihak pengadaan alat CT scan.Ã Ã adi/ris

No comments: