Tuesday, July 19, 2011

Kasus JBG Di©SP3

BANJARMASINÄ Ä © Baru saja, pihak Dit Reskrimsus Polda Kalsel
mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap
kasus PT Jorong Barutama Greston (JBG) dengan alasan tidak cukup
bukti.
Á ÁPadahal, kasus ini sempat berjalan selama setahun setengah.
Namun, karena kekurangan bukti, akhirnya kasus ini dihentikan
penyidikannya.
Á ÁDir Reskrimsus Kombes Pol Mas Guntur Laope kepada wartawan
mengatakan, SP3 terhadap kasus JBG diambil karena tak cukup bukti
untuk menjerat perusahaan ini bahwa telah melakukan tindak pidana
UU Kehutanan.
Á Á"Dari beberapa kali gelar perkara yang kita lakukan, ternyata
tak cukup bukti, sehingga kasus ini di©SP3©kan," tandasnya.
Á ÁSebagai pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara (PKP2B) di Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten
Tanah Laut (Tala), JBG disinyalir menambang tanpa mengantongi izin
pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan (Menhut).
Tepatnya, ketika izin Menhut habis, JBG masih melakukan
penambangan.
Á ÁHanya saja, dari sinyalemen yang berkembang, JBG sebenarnya
sudah mengajukan perpanjangan izin ke Menhut. Namun, entah
bagaimana, proses perizinan begitu lamban, sehingga JBG memperoleh
rekomendasi dari Dirjen Minerba Departemen Pertambangan.
Á ÁMenurut sumber, sebagai pemilik modal asing (PMA), PT JBG yang
berasal dari Thailand ini tidak boleh dipersulit dalam perizinan.
Mengingat, sudah tugas pemerintah sebagai tuan rumah, mesti
memberikan fasilitas kemudahan dalam soal perizinan bagi PMA.
Á Á"Kecuali ada bukti baru (novum), kasus ini bisa saja kembali
dibuka penyidikannya," papar Mas Guntur Laope.
Á ÁBelakangan, JBG sudah mengantongi izin pinjam pakai kawasan
hutan dari Menhut, sehingga secara administrasi, sudah tidak ada
masalah lagi bagi JBG untuk melakukan penambangan di lokasi PKP2B
miliknya itu.
Á ÁSebelumnya, Jumat (23/7/2010), Dir Reskrim Kombes Pol Mas
Guntur Laope membenarkan penetapan dua petinggi PT JBG sebagai
tersangka, yakni seorang petinggi PT JBG yang berkedudukan di
pusat, berkewargaan Thailand, serta seorang lagi petinggi PT JBG di
lokasi tambang di Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah
Laut (Tala).
Á ÁSayangnya, Guntur tak merinci siapa saja nama kedua tersangka
tersebut.
Á ÁSebagaimana diketahui, Sat IV Tipiter AKBP menerangkan, selain
menambang di luar titik koordinat PKP2B, PT JBG juga menambang di
kawasan hutan industri.
Á ÁPT JBG diduga menambang di kawasan tersebut tanpa surat izin
pinjam pakai dari Menhut. Walaupun menurut PT JBG, mereka sudah
mengantongi rekomendasi dari Dirjen Mineral Energi dan Batubara
(Minerba).
Á ÁIzin pinjam pakai dari Menhut sendiri diduga sudah habis masa
berlakunya pertengahan tahun 2009 lalu. Oleh sebab itu, lanjutnya
lagi, aktivitas penambangan batubara di kawasan tersebut
dihentikan.
Á ÁSemua peralatan operasi penambangan seperti tronton, gleder,Ô h) 0*0*0*° ° Ô eksavator, dan dozer, termasuk lahan seluas 200 hektar diberi garis
polisi. Ã Ãadi

No comments: