Wednesday, July 20, 2011

Dua Pengedar Sabu Diciduk Polisi

TANJUNGÄ Ä © Belum lepas dari ingatan kita penangkapan para pemakai
maupun pengedar barang haram berupa sabu secara beruntun oleh
jajaran Polres Tabalong dalam sebulan terakhir ini, tapi ternyata
hal itu tidak membuat takut pelaku lainnya.
Á ÁBuktinya, dua pelaku peredaran sabu kembali berhasil
diringkus. Kali ini Ahmad Suganda alias Ganda (38), warga Desa Sei
Pimping RT3 Kecamatan Tanjung dan Bahrian alias Alil (36), warga
Desa Mantuil RT4, Kecamatan Muara Harus, berhasil ditangkap.
Á ÁBersama keduanya ditemukan barang bukti enam paket sabu
seberat 4 gram lebih, plastik klip, alat isap, timbangan digital
dan uang tunai Rp4.500.000.Á À À ( Á
Á ÁKapolres Tabalong AKBP RP Mulya melalui Kapolsek Tanjung, Iptu
Amin mengatakan, keduanya berhasil ditangkap berkat aksi penyamaran
dari anggotanya.
"Mulanya yang pertama kita tangkap adalah Ganda, di tangannya
didapati dua paket hemat yang diduga sabu. Setelah dilakukan
pengembangan kembali diciduk Alil, di rumahnya saat ingin nyabu.
Bersama Alil, diamankan barang bukti, berupa empat paket sabu
seberat 4 gram lebih, plastik klip, alat isap, timbangan digital
dan uang tunai Rp4.500.000," jelas Iptu Amin.
Bahrian alias Alil (36), warga Desa Mantuil RT 4, Kecamatan
Muara Harus dan Ahmad Suganda (38), warga Desa Sei Pimping RT 3,
Tanjung, yang menjadi kurirnya, mengaku menjual sabu sudah dari
sekitar tiga bulan lalu.
Alil mengakui kalau apa yang dilakukannya itu hanya untuk
menambah pemasukan karena keuntungan dari menjual lemari tidaklah
seberapa.
"Pekerjaan sampingan ini sudah sekitar tiga bulanan saya
geluti, tiap gramnya mendapat keuntungan mencapai Rp500 ribu.
Selain menjual saya juga memakainya," ujar Alil pasrah.
Sedangkan Suganda mengaku dirinya mengedarkan sabu ini karena
desakan ekonomi, karena tidak mempunyai pekerjaan, awalnya hanya
coba©coba.
Dari penjualan sabu ini ia mengaku hanya dikasih uang rokok
saja oleh Alil, bila hasil penjualannya hanya sedikit. Adapun saat
penangkapan dirinya tidak tahu kalau yang pesan barang itu adalah
polisi. "Ya, mungkin ini sudah suratan dan menjadi garis hidup
saya," ucapnya dengan penuh penyesalan. Ã Ãamn/adi

No comments: