Wednesday, June 8, 2011

Tergiur Upah Yang Besar

BANJARMASIN Ä Ä© Upaya NY alias Negro (22), membuang tiga paket
narkoba jenis sabu©sabu ke kolong rumahnya tak membuat anggota Unit
II Dit Resnarkoba Polda Kalsel, kehilangan buruannya.
Á ÁLelaki yang mengaku baru empat bulan ini membina mahligai
perkawinan hanya bisa pasrah, manakala upayanya tersebut diketahui
petugas yang mendapatkan tiga paket sabu©sabu seberat 9 gram.
Á ÁPada penggerebekan Selasa (7/6) siang sekitar pukul 13.00
Wita, selain mengamankan tiga paket sabu©sabu seberat 9 gram,
petugas juga menemukan satu buah timbangan digital dan satu pak
plastik serta tiga buah isolasi.
Á ÁDiakui tersangka warga Jl Kelayan B Gg Silaturahmi IV RT 02 RW
01, Kelurahan Kelayan Tengah, Kecamatan Banjarmasin Selatan ini,
irinya tidak menyangka anggota polisi datang ke rumahnya untuk
melakukan penggeledahan.
Á Á"Saya juga sempat kaget ketika melihat beberapa anggota
polisi, sehingga berupaya membuang barang bukti tersebut ke kolong
rumah," akunya.
Á ÁDikatakan tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan, kalau
dirinya melakukan perbuatan itu untuk mencari tambahan penghasilan
karena upah atau untung dari menjual barang haram dan terlarang
tersebut cukup menguntungkan.
Á ÁMenurutnya, untuk satu gram kristal laknat tersebut ia
mendapat untung sekitar Rp100 ribu, itu bila dijual dalam bentuk
pergram, namun bila ia bagi menjadi paketan kecil untungnya akan
lebih banyak lagi.
Á ÁSebelumnya tersangka juga pernah berhasil menjual barang haram
tersebut dan mendapat untung cukup lumayan, karena dari selama satu
bulan tersangka telah menjual sedikitnya sekitar 50 gram sabu©sabu.
Á ÁIni terbukti dari pengakuannya bahwa baru sebulan melakoni
bisnis barang haram tersebut, sudah sepuluh kali mengambil barang
dari UP, dan paling sedikit lima gram. Sayang UP yang dimaksud
tersangka ketika dilakukan pengembangan tidak ada atau fiktif.
Á ÁDiakui tersangka pula, kalau dirinya mengambil barang haram
tersebut dengan harga Rp1,4 juta satu gramnya, kemudian ia jual
lagi dengan harga Rp1,5 juta pergramnya.
Á ÁTersangka juga mengaku, sebelumnya pernah tertangkap dalam
kasus yang sama, dan sempat mendekam di LP Teluk Dalam Banjarmasin
selama sembilan bulan.
Á Á"Kalau dulu saya ditangkap dengan undang©undang yang lama, dan
dijatuhi hukuman selama sembilan bulan," akunya.
Á ÁKetika disinggung mengapa tidak jera atau kapok, lagi©lagi
alasan klasik yang menjadi penyebabnya, yakni kurangnya
penghasilan.
Á Á"Saya cuma buruh bangunan, dan ingin juga mencari tambahan,"
jelasnya.
Á ÁSementara itu, sebelumnya anggota Unit II Dit Resnarkoba Polda
Kalsel, juga telah menangkap Bai alias Ubai (41), warga Jl A Yani
Km 5, belakang Stadion Lambung Mangkurat RT 38, Kelurahan Pemurus
Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁTersangka tertangkap tangan oleh petugas yang melakukan
penyamaran saat berada di kawasan Jl A Yani Km 5 Kompleks ABRI RT
58, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu
(5/6) sekitar pukul 13.00 Wita.
Á ÁSaat itu petugas mengamankan tersangka beserta barang bukti 10
butir pil warna kuning logo 'Kepala Elang', yang ditaruh tersangka
di pos ronda.
Á ÁDiakui tersangka kalau dirinya telah dijebak, karena
sebelumnya pihak kepolisian yang melakukan penangkapan, telah
menyuruhnya untuk membelikan narkoba dengan upah sebesar Rp500
ribu.
Á Á"Karena upahnya cukup besar membuat saya tergiur dan
mencarikan pil tersebut, dan setelah barang saya dapatkan, saya pun
langsung ditangkap," akunya.
Á ÁKabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto MSi, ketika
dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/6) kemarin siang, membenarkan jika
anggotanya menciduk dua tersangka narkoba di dua tempat berbeda.
Á Á"Kedua tersangka kita ciduk menindaklanjuti laporan masyarakat
karena di daerah tempat tinggal para tersangka marak terjadi
transaksi narkoba," jelasnya.
Á ÁKini kedua tersangka akan mempertanggungjawabkan perbuatannya
dan akan dijerat dengan pasal penyalahgunaan narkotika golongan I
UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ã Ãris/adi

No comments: