Monday, June 6, 2011

Rentut Belum Turun, Sidang Batal

BANJARMASINÄ Ä © Sidang lanjutan kasus dugaan sertifikat asli tapi
palsu yang menyeret Emmy Mardiana ke persidangan batal digelar.
Penundaan ini sudah terjadi dua pekan, padahal sidnag biasanya
dilaksanakan pada setiap hari Senin.
Á ÁPersidangan seyogyianya mengagendakan pembacaan tuntutan,
karena sudah beberapa kali persidangan, dengan menghadirkan
beberapa orang saksi dan saksi ahli hingga pemeriksaan terdakwa.
Á ÁTerdakwa Emmy Mardiana sendiri terlihat kooperatif, karena
sesuai penjadwalan ia selalu hadir dan berada di lingkungan
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á ÁNamun sayang terdakwa enggan berkomentar dengan penundaan
sidang, dan memilih diam. Padahal ia selalu datang lebih awal dari
jadwal persidangan bersama penasihat hukumnya.
Á ÁJaksa penuntut umum (JPU) Arif Rahman SH HM yang menangani
perkara tersebut juga selalu hadir dan berada di lingkungan PN
Banjarmasin untuk melaksanakan persidangan.
Á ÁDikatakannya, sidang kasus dugaan sertifikat palsu dengan
terdakwa Emmy Mardiana yang telah memasuki tahap tuntutan kembali
tertunda, karena rencana tuntutan (rentut) yang telah diajukannya
belum lagi turun.
Á Á"Sidang rencananya pembacaan tuntutan, namun karena rentut©nya
belum turun maka sidang terpaksa ditunda," katanya.
Á ÁDisinggung mengenai terdakwa seandainya terbukti bersalah dan
majelis hakim menjatuhkan hukuman serta harus menjalaninya,
bagaimana dengan pembeli sertifikat tersebut, apakah bisa dikatakan
penadah.
Á ÁDikatakannya tidak bisa, karena ada itikad baik dari pembeli,
yakni dengan memberikan uang pinjaman dan tidak membayar dengan
sekaligus meskipun rencananya tanah itu dibeli dengan harga murah.
Á Á"Apabila terdakwa terbukti bersalah, berarti barang dirampas
untuk dikembalikan ataupun dirampas untuk negara, dan otomatis
pembeli dalam hal ini adalah H Muhidin rugi karena telah
mengasihkan uang," ungkapnya.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Karang Anyar Kompleks Balitan
Jaya Permai Blok I No 14 Rt 01 Rw 08, Kecamatan Loktabat Utara,
Banjarbaru, didakwa telah melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP, yakni
terdakwa telah dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah©olah sejati jika pemakaian surat itu dapat
menimbulkan kerugian.
Á ÁSedangkan dalam dalam dakwaan kedua, terdakwa dianggap
melanggar pasal 385 ayat (2) KUHP yang bunyinya dalam berkas
dakwaan bahwa terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri
sendiri atau orang lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau
menjadikan tanggungan hutang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah
pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan,
tanaman atau bibit ditanh tempat orang menjalankan hak rakyat
memaki tanah itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak
atau turut berhak atas barang itu.
Á ÁDiberitakan sebelumnya, diseretnya terdakwa ke PN Banjarmasin,
karena diduga telah menjual tanah bermasalah seluas 85 X 340 meter
ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin Raya V No 19
Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat jual putus,
tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 milyar.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.Ã Ã ris/adi

No comments: