Thursday, June 9, 2011

PT GJW Dihukum Denda Rp1,3 Milyar

BANJARMASINÄ Ä © Setelah sekian lama menjalani proses persidangan yang
menyeret PT Giri Jaladhi Wana (GJW) sebagai terdakwa, akhirnya
majelis hakim, menyatakan perusahaan tersebut bersalah melakukan
penyimpangan tentang penambahan unit kios Pasar Sentra Antasari.
Á ÁMajelis hakim yang diketuai Amril SH MHum bersama dua hakim
anggota Udjianti SH MH dan Susi Saptati SH MH, menjatuhkan hukuman
dengan denda sebesar Rp1,3 milyar.
Á ÁSelain itu majelis hakim juga menghentikan sementara kegiatan
PT GJW dalam tempo selama enam bulan. Hukuman tersebut sama halnya
dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Ramadhani SH, korporasi
berbadan hukum tersebut dalam kasus dugaan korupsi selaku investor
pembangunan Pasar Sentra Antasari, dengan denda sebesar Rp1,3
milyar.
Á ÁPutusan yang berisikan sekitar 110 halaman tersebut dibacakan
majelis hakim secara bergantian dan terperinci di ruang Garuda
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (9/6) kemarin.
Á ÁStevanus Widagdo selaku Direktur Utama PT GJW, hadir dan duduk
di kursi pesakitan, namun kehadirannya tersebut bukanlah sebagai
terdakwa, melainkan sebagai perwakilan dari korporasi yang telah ia
kelola.
Á ÁBerdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan
terdakwa PT GJW telah terbukti secara sah menurut rumusan unsur
pasal tindak pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 jo pasal 20
UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun
2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP
sebagaimana dalam dakwaan primair.
Á ÁPihak korporasi dituduh telah melakukan penyimpangan
penambahan beberapa unit kios Pasar Sentra Antasari, sehingga
terdapat kerugian negara, dalam hal ini Pemerintah Kota Banjarmasin
maupun Bank Mandiri sebagai kreditur sebesar Rp199.536.064.675.
Á ÁPerincian kerugian tersebut meliputi kewajiban PT GJW pada
Pemko Banjarmasin sebesar Rp6.250.000.000, akibat penambahan
bangunan di luar perencanaan sebesar Rp332.361.516, pengelolaan
sarana pendukung sebesar Rp750.000.000.Á p p 2 ÁSedangkan khusus kerugian
yang diderita Bank Mandiri terdiri dari pokok sebesar
Rp83.419.070.000, bunga sebesar Rp63.732.298.096, serta denda
Rp52.374.696.578.
Á ÁMenurut keterangan pihak pengadilan bahwa perkara ini yang
menyeret korporasi berbadan hukum ke persidangan merupakan pertama
kali di Indonesia.
Á ÁSementara itu korporasi PT GJW, melalui penasihat hukum Drs A
Boesiri SH MH menyatakan sangat keberatan dengan putusan yang
dijatuhkan mejelis hakim tersebut.Á - Á
Á ÁMenurutnya, keputusan tersebut kurang adil, karena menetapkan
putusan maksimal, sebab bagaimanapun perangkat pembangunan
merupakan perjanjian PT GJW dengan Pemko Banjarmasin.
Á Á"Dalam perjanjian tersebut ada hak dan kewajiban, yang
menurutnya selama perjanjian itu banyak kewajiban dari Pemko tidakÔ h) 0*0*0*° ° Ô terpenuhi yang menyebabkan PT GJW tidak bisa bergerak, sebagai
contoh hingga pasar©pasar itu selesai tidak ada sertifikat dan
membuktikan kalau itu milik Pemko Banjarmasin,"ungkapnya.
Á ÁSementara itu, lanjutnya, selama adanya perjanjian belum
pernah ada tanda tangan pihak kementrian, berarti perjanjian
tersebut tidak sah dan atas putusan tersebut ia jelas merasa
keberatan.Á ¸ ¸ Á
Á ÁDisinggung mengenai putusan tersebut, ia mengatakan pikirªpikir, karena masih ada waktu selama tujuh hari, untuk
berkoordinasi dengan pihak PT GJW. Ã Ãris/adi

No comments: