Monday, June 27, 2011

Polda Diminta Tak Pilih Kasih

BANJARMASINÄ Ä © Razia mendadak yang dilakukan sejumlah aparat Dit
Reskrimsus Polda Kalsel didampingi Wahana Musik Indonesia (Wami) ke
tempat hiburan malam (THM) Dunfe di Jl Lambung Mangkurat dan Blue
Atlantic di Jl Pangeran Antasari, beberapa hari lalu, mengundang
tanya.
Á ÁPasalnya, belum ada sosialisasi tentang keberadaan Wami yang
mengklaim sebagai lembaga yang berhak menarik royalti pemutaran
lagu©lagu di THM itu, aparat justru langsung main tindak saja.
Á ÁDari informasi, tiga buah server milik Dunfe diangkut,
sehingga membuat THM tersebut terhenti operasionalnya. Belakangan,
sebuah server dikembalikan dengan status pinjam pakai, sementara
dua lainnya masih ditahan.
Á ÁKetua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI)
Banjarmasin, Fauzan Ramon SH mengatakan, razia aparat bersama Wami
boleh©boleh saja, namun mesti konsisten ke semua THM yang ada di
Banjarmasin.
Á Á"Kalau aparat cuma menindak THM kecil©kecil, seperti Dunfe dan
Blue Atlantic, sementara THM lain yang besar seperti Grand Mitra,
Nasa dan HBI dibiarkan saja, nanti ada kesan kalau aparat pilih
kasih," cetusnya.
Á ÁDitambahkan Fauzan, keberadaan Wami sendiri masih belum
diketahui benar oleh pengusaha THM, sebab Dunfe membayar royalti
kepada Lembaga Karya Cipta Indonesia (LKCI). "Yah, jika memang
royalti ada juga yang mesti dipungut oleh Wami, semestinya Wami
melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sementara ini, kan belum ada
sosialisasi, Wami malah ngajak aparat bertindak," sesalnya.
Á ÁSementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto
mengatakan, aparat tidak serta merta melakukan penindakan, karena
pasti akan mendalami dahulu permasalahannya. "Jika terbukti
bersalah tentu akan ditindak sesuai ketentuan, dan jika tidak
terbukti tentu akan dikembalikan hak©haknya," bebernya.
Á ÁMenurutnya, jika memang pengusaha THM merasa tidak pernah
disosialisasikan tentang keberadaan Wami, maka semestinya Wami juga
harus proaktif mengadakan sosialisasi terlebih dahulu sebelum
memutuskan mengambil penindakan hukum.
Á ÁEdi membantah kalau penindakan yang dilakukan aparat karena
ada oknum aparat yang sengaja meminta jatah hiburan di THM tertentu
dengan gratis tanpa membayar. "Tidak benar itu, aparat tentu
berusaha profesional dalam bertugas," kilahnya.
Á ÁBegitu juga terkait tudingan pilih kasih, Edi membantahnya.
"Ini hanya soal waktu saja, ke depan, THM lain seperti Nasa, HBI
dan Grand juga akan dirazia," janjinya. Ã Ãadi

2 comments:

Asep Komar said...

memang harus jangan pilih kasih,............ kasihan yg laim,...........

Munawir said...

Memang susah menegakkan hukum di negara ini.Karena hampir semua elemen penegak hukum dan masyarakatnya belum sadar hukum.Kadang penegak hukum berlaku benar tapi masih di salahkan di mata korban dari aturan hukum itu sendiri.Begitu sebaliknya.