Sunday, June 19, 2011

Pelayanan Samsat Disoroti

BANJARMASINÄ Ä © Pelayanan Samsat Banjarmasin yang dulu diupayakan
terbebas dari calo dan mengupayakan penyederhanaan dan kecepatan
pelayanan, kini agak sedikit terganggu. Pasalnya, ada keluhan
tentang masih adanya praktik percaloan di lembaga itu.
Á ÁIronisnya, yang menjadi 'korban' percaloan itu adalah Ketua
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLPKI)
Banjarmasin, Fauzan Ramon SH MH.
Á ÁDikisahkan Fauzan, beberapa waktu lalu ia menyuruh anak
buahnya untuk memperpanjang pajak STNK mobilnya. Namun, berdasar
pengakuan anak buahnya itu, perpanjangan pajak STNK sekaligus
pengurusan plat mobil yang baru justru diarahkan oknum di sana ke
calo.
Á Á"Yang aneh, oknum Samsat diduga menyuruh anak buah saya itu
diuruskan segala sesuatunya dengan calo, bukan ke pelayanan yang
prosedural. Ini kan aneh," cetusnya.
Á ÁKemudian, lanjutnya, ketika mau mengambil plat baru, justru
anak buahnya dikenakan biaya Rp50 ribu. "Saya minta kepada anak
buah saya itu, slip bukti pembayaran plat," paparnya.
Á ÁNyatanya, slip tersebut tidak ada, dan hal itu semakin
memperkuat dugaan adanya praktik calo dan pungutan liar (pungli) di
lembaga tersebut.
Á Á"Memang nilainya tak seberapa, namun jika hal itu terjadi
kepada banyak konsumen, tentu sangat besar dan hal itu selain
merugikan konsumen, juga berdampak pada nama baik Samsat. Saya
berharap, hal seperti ini tak perlu terjadi dan pihak yang
berkompeten supaya menertibkannya," pintanya.
Á ÁSementara itu, Kasubdit Min Regident Dit Lantas Polda Kalsel,
AKBP Didik mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah sekuat tenaga
melalui berbagai himbauan dan poster agar konsumen tidak tergoda
memanfaatkan jasa calo.
Á Á"Lihat kan di mana©mana terutama di instansi, saya pasang
poster seperti himbauan agar mengurus sesuatu sesuai prosedur,
kemudian dilarang korupsi. Nah, ini kembali kepada konsumen
sendiri. Semestinya konsumen mengurus sendiri pajak kendaraannya,
bukan malah diwakilkan," paparnya.
Á ÁDidik bahkan mengatakan, dirinya tidak akan menerima surat
kuasa pengurusan pajak dan lain©lain. "Kalau pakai surat kuasa,
kecuali kendaraannya dibaliknamakan," tegasnya.
Á ÁIa berharap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk YLPKI
guna perbaikan pelayanan Samsat ke depannya. "Kita selalu terbuka
terhadap konsumen, apalagi yang mau sharing tentang perbaikan
pelayanan," ucapnya. Ã Ã
Á ÁÄ ÄDi Samsat, jika pelayanan untuk perpanjangan pajak setahun,
paling lama membutuhkan waktu 20 menit, dan jika perpanjangan pajak
selama lima tahun, sekitar 180 menit. Dalam sehari, ucapnya, ada
sekitar 300 pemohon STNK baru dan 400©600 orang pemohon
perpanjangan pajak baik setahun ataupun lima tahun. Ã Ãadi

No comments: