Thursday, June 16, 2011

Oknum PNS Kejari Menunggu Sidang

BANJARMASINÄ Ä © Anjar, seorang PNS di Kejari Banjarmasin yang menjadi
tersangka kasus penjualan barang bukti sabu tinggal menunggu
disidangkan, bersama dua rekannya, seorang honorer di Kejari, Subhi
dan cleaning service di kantor yang sama, Iril.
Á Á"Ketiga tersangka kasus penjualan sabu dari ruang barang
bukti, Anjar, Subhi dan Iril, berkas kasusnya sudah kita limpahkan
ke pengadilan dan hanya tinggal menunggu jadwal persidangannya saja
lagi," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH
didampingi Kasi Orharda Sandy Rosady SH, Kamis (16/6).
Á ÁKetiga tersangka bersama barang bukti 60 gram sabu sudah
diserahkan aparat Dit Resnarkoba Polda Kalsel ke Kejati Kalsel pada
9 Juni kemarin. Dikabarkan pula, jadwal persidangan untuk ketiga
tersangka sudah ditetapkan pada 20 Juni ini.
Á ÁSementara, Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto
beberapa waktu lalu menerangkan, terbongkarnya jaringan penjual
barang bukti sabu berkat upaya penyamaran petugas.
Á ÁBermula pada Senin (28/2) sekitar pukul 17.00 Wita, petugas
Subdit I Dit Resnarkoba menangkap Subhi di rumahnya Jl S Parman Gg
Nusantara. Subhi adalah honorer di Kejari Banjarmasin. Dari
tangannya polisi mendapati satu paket sabu 1 gram.
Á ÁDari pengembangan, diketahui kalau barang sabu diperoleh dari
Iril, warga Jl Pekauman Gg Yakut. Polisi kemudian menangkap Iril.
dari Iril yang bekerja sebagai cleaning service di Kejari
Banjarmasin. Dari pengakuan Iril, barang sabu didapat dari Anjar,
pegawai di bagian barang bukti Kejari Banjarmasin.
Á ÁSelasa (1/3) sekitar pukul 15.00 Wita, polisi menangkap tangan
Anjar sedang menyembunyikan 60 gram sabu di jaketnya. Ironisnya,
sabu itu diambil Anjar dari loker penyimpanan barang bukti.
Á ÁKajati Kalsel, Didiek Soekarno SH MH mengatakan kalau pihaknya
akan menindak tegas para pelaku tindak kejahatan yang telah
mencoreng nama baik lembaga hukum tersebut.
Á Á"Saya tidak akan memberikan keringanan atau pemaaf kepada para
pelaku terkait dugaan kepemilikan narkoba. Siapa pun orangnya harus
mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Á Á"Yang tahu modusnya itu adalah pihak kepolisian, namun intinya
kalau ada masalah hukum terkait dengan suatu kejahatan akan kita
tindak tegas siapa pun pelakunya termasuk dari pegawai kejaksaan,"
ujarnya.
Á ÁMenurutnya siapa pun pelakunya harus diproses sampai tuntas
dan tidak ada tawar menawar, dengan perbuatan tindak kejahatan.
Á ÁIril dan Subhi kabarnya sudah dipecat. Sementara Anjar, karena
berstatus PNS, nasibnya masih menunggu hasil sidang. Dengan
dipecatnya dua tenaga honor itu berarti dalam sepekan ini, Kajari
Banjarmasin, telah memecat tiga tenaga honor karena memiliki
perangai atau perbuatan yang boleh dikatakan merusak reputasi
lembaga hukum tersebut.
Á ÁSebelumnya Kajari juga telah memecat seorang tenaga honor
bernama Uci, karena tertangkap tangan oleh pihak pengawalan membuka
kotak terkunci berisikan barang bukti, saat dalam mobil tahanan di
PN Banjarmasin.Ã Ã adi

No comments: