Friday, June 24, 2011

Oknum Lapas Tanjung Divonis 8 Bulan

TANJUNG © Ä ÄVonis 8 bulan penjara bagi dua oknum Pegawai Lapas
Narkotika Tanjung, serta dua rekannya yang menjalani proses
persidangan dalam kasus sabu di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,
karena adanya surat keterangan ketergantungan obat terlarang.
Surat tersebut dikeluarkan dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit
Wava Husada Malang dan Rumah SakitJiwa Dr Radjiman Wediodiningrat
Lawang untuk dua oknum sipir, Randy Kurnia (23) dan Ekat Rariu
Apriono (24) serta dua kawannya, Noor Edy Maulana dan Dewi Ariani.
Sehingga mereka ber empat terbebas dari hukuman berat. Oleh Majelis
hakim hanya dijatuhi hukuman masing©masing 8 bulan penjara.
Majelis hakim yang diketuai Didiek Jatmiko,mengakui surat
perawatan dari RS Wava Husada Malang dan RS Jiwa Radjiman
Widiodiningrat Lawang salah satu yang meringankan. " Vonis tersebut
sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, "
ujar Didiek.
Vonis tersebut lebih ringan empat bulan dari tuntutan Jaksa
Penuntut Umum (JPU) M Indra yang dengan pasal 127 ayat 1 huruf a
UU Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, menuntut
mereka selama 1 tahun penjara.
Uniknya dalam kasus ini keempat orang terdakwa ternyata
pernah dirawat di rumah sakit yang sama. Walaupun tanggal dan bulan
perawatan Ekat dan rekannya berbeda, namun ternyata RS yang merawat
mereka sama di RS Wava Husada Malang dan RS Jiwa Radjiman
Widiodiningrat Lawang.
Pada saat pemeriksaan terdakwa, para terdakwa mengajukan surat
itu. " Namun karena jaksa tidak keberatan kita tidak lakukan
pemeriksaan keabsahan surat itu, " ujar Didiek saat ditemui di
kantornya.
Untuk terdakwa Ekat Rariu A, didalam surat tersebut tertulis
masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Wava Husada Malang
pada tanggal 9 Oktober 2010. Dan masuk RS Jiwa Radjiman
wediodiningrat Lawang tercatat awal dirawat pada tanggal 24 oktober
2010.
Begitu juga terdakwa Randy Kurnia. Masuk UGD di RS Wava
Husada tanggal 19 November 2010. Dan masuk RS Jiwa Radjiman
wediodiningrat Lawang tercatat awal dirawat pada tanggal 25
November 2010.
Saat hasil vonis ini dikonfirmasikan kepada Kepala Lapas
Narkotika Tanjung,M. Hafil, Rabu (22/6) terkait sangsi yang akan
diberikan, dikatakannya kami harus menunggu salinan putusan itu
dulu, baru akan ditentukan sangsi yang diberikan, tentunya
berkoordinasi dengan kantor wilayah. Biasanya untuk kasus narkoba
sangsinya lebih berat dari kasus lain, bahkan bisa sampai
pemecatan, tapi itu merupakan kewenangan pusat, ujarnya.
Sejak keduanya ditangkap atas kasus sabu, mereka sudah
diberhentikan sementara dengan gaji 75 persen saja dan tidak dalam
pengawasan Kalapas, meskipun statusnya masih sebagai pegawai
lapas.
Saat ditanya apakah Kalapas pernah mengeluarkan surat ijin
berobat untuk kedua pegawainya? Sampai saat ini saya tidak pernah
memberikan surat ijin terhadap keduanya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒ Ekat pada tanggal 9 dan 24 oktober 2010 berada di Tanjung,
begitu juga dengan Randy, tanggal 19 dan 25 November juga berada di
Tanjung, berdasarkan daftar hadir di Lapas.
" Untuk Ekat pada bulan Oktober masuk kerja terus kecuali
tanggal 18,19 tidak masuk tanpa keterangan. Sedangkan Randy di
bulan November full masuk, " tuturnya sambil menunjukan daftar
absensi.
Dari fakta itu, kebenaran keduanya pernah dirawat karena
ketergantungan obat terlarang perlu dipertanyakan lagi.
Saya tidak akan menutup©nutupi kesalahan anak buah. Sesuai
komitmen, lebih baik menghilangkan pegawai satu, dua orang dari
pada merusak tatanan yang ada, tegas Hafil.
Secara terpisah Kasipidum Kejari Tanjung, Adnan
Sulistiyono,didampingi Kasi Intel Harwanto, yang dikonfirmasi
tentang kemunculan surat dari rumah sakit yang sama bagi keempat
terdakwa, mengaku sudah dilapori Jaksa M Indra.
Á ÁBegitu pula tuntutan terhadap para terdakwa atas
sepengetahuannya dan Kajari. Dia juga mengakui ketidak beratan JPU
terhadap keabsahan surat tersebut merupakan kelalaian anak buahnya,
dan ini merupakan pelajaran bagi pihaknya.
Sebenarnya pemeriksaan keabsahan surat keterangan
ketergantungan obat terlarang itu bukan hanya berada di tangan
jaksa, tetapi hakim sebagai pemimpin persidangan juga bisa
melakukannya.Ã Ãamn/adi

No comments: