Wednesday, June 22, 2011

Berkas Kasus Korupsi PPI Hampir Rampung

BANJARMASIN Ä Ä© Berkas kasus dugaan korupsi pada proyek lanjutan
Pusat Pelelangan Ikan (PPI) di Desa Aluh Aluh, Kecamatan Aluh Aluh,
Kabupaten Banjar yang saat ini ditangani Kejati Kalsel sudah
mendekati rampung.
Á ÁHal itu disampaikan oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel
Rajendra SH didampingi Kasi Penyidikan Pidsus Agus Suroto SH, Rabu
(22/6).
Á Á"Pemeriksaan tersangka dan para saksi sudah hampir kelar.
Mungkin, minggu depan sudah kita berkaskan," tambah Agus.
Á ÁDisinggung berapa nilai kerugian negara akibat dugaan
penyimpangan, Agus mengatakan masih menunggu keterangan saksi ahli
dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalselteng.
Á ÁPada kasus yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah,
dari nilai proyek sekitar Rp800©an juta itu, Kejati Kalsel
menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing©masing MI alias
Isra, Kadis Perikanan Kalsel, FT alias Fit, kuasa direktur CV
Panorama Permai, kemudian AR, Direktur CV Panorama Permai serta HR
sebagai konsultan pengawas.
Á ÁProyek di 2010 ini sebenarnya lanjutan dari beberapa proyek
sebelumnya. Hanya saja, pekerjaan yang dilaporkan ke pihak
berkompeten tidak sesuai dengan kemajuan fisik di lapangan.
Á ÁFit dalam suatu kesempatan mengatakan, perusahaan tak mampu
menyelesaikan tugas, karena terkendala cuaca di sekitar pelabuhan.
Alhasil, kapal crane yang berfungsi vital menancapkan tiang©tiang
juga terlambat datangnya, sehingga jadwal pekerjaan habis.
Á ÁMeski demikian, dana pekerjaan diambil sesuai dengan kemajuan
fisik. Hanya saja, penyidik menganggap bahwa pengambilan dana
proyek tak sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan fakta di lapangan.
Á ÁSebagaimana pernah diberitakan, kondisi PPI cukup
memprihatinkan. Terlihat mulai banyak kerusakan yang terjadi pada
bangunan proyeknya yang menggunakan sistem sharing antara kabupaten
dan provinsi.
Á ÁDari pengamatan, khusus untuk kegiatan yang menggunakan dana
provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, yakni
berupa pembangunan dermaga terkesan tidak profesional. Sebab, pada
proyek pembangunan dermaga termasuk jembatan penghubung ke tempat
pelelangan, lantai yang berupa semen tersebut sudah mulai
terkelupas dan menampakkan material batu kerikil.
Á ÁTidak hanya itu, pemasangan tiang pancang juga terlihat tidak
sempurna, ada tiang pancang yang terlihat miring dan hampir ambruk.
Keberadaan tiang pancang tersebut terlihat sangatlah berbahaya bagi
para pengguna angkutan air, lantaran jika terjadi air pasang maka
tiang pancang tersebut akan tertutupi air, sehingga rawan tertabrak
kapal (kelotok/jukung) yang melintas.
Á ÁAnehnya, ketika sejumlah wartawan mengkonfirmasikan hal ini,
Fajar, PPTK proyek pemasangan tiang pancang di PPI mengaku kalau ia
tidak tahu siapa kontraktor pelaksana kegiatan tersebut.
Á Á"Saya tidak tahu kontraktornya, bapak kepala dinas (Prof Dr
Isra, Ã ÃRedÄ Ä) yang tahu," katanya kepada sejumlah wartawan ditemui di
kantor DKP Kalsel yang berada di belakang Taman Idaman Banjarbaru.
Á ÁBertolak belakang dengan ketidaktahuan itu, Fajar justru
mengungkapkan secara gamblang kalau proyek tersebut proyek tahun
2010, khususnya tiang pancang di sekitar dermaga PPI.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁMengenai isu bahwa proyek tersebut saat pertama dilelangkan
sebenarnya bernilai Rp1,8 miliar, dengan desain cor semen ready
mix, namun karena kurang lobi di pusat akhirnya dana yang turun
hanya sekitar Rp800 juta, Fajar dengan tegas membantah hal
tersebut.
Á Á"Anggarannya sekitar Rp800 juta lebih. Semuanya sesuai
rencana, sesuai desain yang kita berikan," ungkap pria yang
menjabat sebagai salah satu staf di Bidang P Tangkap DKP Kalsel
ini.
Á ÁUntuk tiang pancang yang miring, ia berjanji akan meminta
pihak pelaksana untuk memperbaiki. Sebab proyek masih dalam tahap
pemeliharaan.
Á Á"Kalau kontraktornya saya tidak tahu," katanya sekali lagi
ketika didesak sejumlah awak media.
Á ÁDari informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan,
proyek pemasangan tiang pancang tersebut dilaksanakan oleh CV PP
yang beralamat di Jl A Syahriani Pelaihari. Ã Ãadi

No comments: