Wednesday, June 8, 2011

Amankan Solar Diduga Ilegal

BANJARMASIN Ä Ä© Unit I Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Krimsus
Polda Kalsel, mengamankan 5.0000 liter BBM jenis solar diduga
ilegal dari sebuah gudang yang terletak di kawasan Jl Simpang Empat
Pengaron Kabupaten Banjar, Selasa (7/6) sore.
Á ÁPetugas juga mengamankan lima unit mobil tanki bertuliskan PT
PSP, yang berada di kawasan tersebut, karena kuat dugaan gudang
tersebut dijadikan tempat penimbunan BBM jenis solar.
Á ÁDikatakan Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Edi Ciptianto MSi,
ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/6) siang, memang telah
diamankan BBM jenis solar dan beberapa unit mobil tanki.
Menurutnya, terungkapnya kasus ini hasil lidik pihaknya dalam
menindaklanjuti kurangnya pasokan BBM jenis solar saat ini.
Á Á"Saat ini 5.000 BBM jenis solar dan lima unit mobil tanki
telah kita amankan, sedangkan tempat atau lokasinya telah diberi
garis polisi," ujarnya.
Á ÁUntuk saat ini, lanjutnya, kasusnya masih didalami dan belum
ada yang dijadikan tersangka. Namun sekitar sepuluh orang dari
sopir dan kernetnya serta dua orang penampung sudah dipanggil untuk
dimintai keterangan.
Á ÁDari 5.000 liter BBM jenis solar yang diamankan itu, terdapat
dalam enam buah drum, yang diangkut petugas bersama lima unit
mobil, salah satunya adalah mobil truk.
Á Á"Kasusnya masih didalami untuk mencari letak permasalahannya,
karena tidak menutup kemungkinan kasus tersebut merupakan kegiatan
niaga BBM dan pengangkutan tanpa izin, serta penimbunan BBM yang
telah dilakukan tanpa izin. Kita masih meneliti apakah kasus
tersebut merupakan penyalahgunaan BBM bersubsidi," katanya.
Á ÁMeskipun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, namun
tidak menutup kemungkinan pelaku akan dijerat dengan UU RI No 53
Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).Á È È 7 Á
Á ÁDisinggung dari mana BBM solar tersebut didapat, ia mengatakan
tidak tahu, karena saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman
kasus tersebut.
Á Á"Pihak kita masih melakukan pendalaman, semoga dalam beberapa
hari sudah rampung dan bisa digelar kembali kasusnya," jelasnya.
à Ãris/adi

No comments: