Monday, May 2, 2011

Tindakan Polisi Tak Berdasar

MARTAPURAÄ Ä © Sirajul Huda SAg SH menuding, tindakan oknum aparat
Polres Banjar memperkarakan anggota veteran karena diduga mencuri
dan menyerobot sarang burung walet milik PT Golden di lahan eks
Pabrik Kertas Martapura (PKM), tidak berdasar. Sebab, dasar hak
guna bangunan (HGB) PT Golden juga gugur demi hukum, karena tak
sesuai peruntukannya.
Á Á"HGB milik PT Golden sudah jelas bahwa bangunan yang dipakai
oleh PT Golden semestinya untuk operasional pabrik kertas. Nah,
kenyataannya, bangunan itu tidak untuk pabrik kertas, melainkan
disimpangkan menjadi sarang burung walet," cetus Sirajul, Senin
(2/5).
Á ÁMenurutnya, sesuai ketentuan, jika peruntukan bangunan tidak
sesuai dengan HGB, maka dengan sendirinya, HGB tersebut gugur dan
PT Golden boleh dikatakan sudah tidak berhak lagi atas bangunan
maupun HGB tersebut.
Á Á"Nah, oknum aparat Polres Banjar ketika menahan anggota
veteran justru mendasari pada laporan dan HGB PT Golden. Ini
berarti, oknum aparat sudah keliru dan bisa dikatakan melanggar
ketentuan. PT Golden sudah tidak memiliki hak atas bangunan
tersebut, karena sudah menyimpangkan HGB©nya yang semestinya untuk
pabrik kertas, namun faktanya malah dimanfaatkan untuk sarang
burung walet," tegasnya.
Á ÁMenurutnya, polisi semestinya mengusut penyimpangan peruntukan
bangunan yang tak sesuai dengan HGB, karena hal itu jelas©jelas
melanggar ketentuan hukum.
Á Á"Nah, yang terjadi, oknum polisi malah menangkapi anggota
veteran dan pendukungnya, yang notabene memiliki bukti©bukti
otentik sebagai pemilik sah atas lahan tersebut," tandasnya.
Á ÁSirajul manambahkan, seharusnya, polisi melindungi hak©hak
veteran sebagai pemilik lahan yang lahannya dicaplok oleh PT Golden
secara licik melalui lelang yang penuh dengan konspirasi antara
pemilik PT Golden dengan oknum pejabat lelang di Jakarta.
Á ÁSoal penangkapan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia
(LVRI) Kabupaten Banjar, H Masrani alias H Yani (93), meski
akhirnya dikenai wajib lapor, ternyata mendapat perhatian juga dari
LSM KSHNM HST. Ketua KSHNM HST, Bahrudin alias Udin Palui
menyatakan dukungannya terhadap perjuangan LVRI Banjar untuk
memperoleh haknya di lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM).
Á ÁSeperti yang dilansir koran ini kemarin, kasus sengketa tanah
eks PKM antara PT Golden dengan LVRI Kabupaten Banjar sepertinya
bakal berbuntut panjang.
Á ÁPasalnya, dengan hanya bermodalkan laporan dari pihak PT
Golden, aparat dari Polres Banjar berani menetapkan H Masrani (93),
Wakil Ketua LVRI dan satu rekannya sesama anggota LVRI bernama
Minan sebagai tersangka, dan mengeluarkan surat penahanan, Selasa
dini hari (26/4) dengan tuduhan penyerobotan dan pencurian, padahal
tidak ada putusan pengadilan yang menetapkan siapa pemilik sah
lahan sebenarnya.Ã Ã adi

No comments: