Monday, May 23, 2011

Terima Uang Sebagai Ucapan Terima Kasih

BANJARMASIN Ä Ä© Pengadilan khusus tindak pidana korupsi yang
diresmikan beberapa waktu lalu, Senin (23/5) kemarin telah
menggelar sidang perdana yang menyeret Drs H Syafruddin sebagai
terdakwanya dalam kasus gratifikasi.
Á ÁSidang perdana yang digelar di ruang Tipikor I PN Banjarmasin,
mengagendakan pembacaan dakwaan, dibacakan di depan persidangan
yang diketuai Agung Wibowo SH MHum, bersama dua hakim anggota
Mardianto SH dan Bagus Handoko SH, oleh jaksa penuntut umum (JPU)
Agus Suroto SH dan Arif SH.
Á ÁDalam dakwaan yang berisi sekitar delapan halaman, dipaparkan
terdakwa sebagai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang
menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah
tersebut diberikan segabai akibat atau disebabkan karena telah
melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang
bertentangan dengan kewajibannya.
Á ÁPerbuatan terdakwa dipandang sebagai perbuatan perbarengan
beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berdiri
sendiri, sehingga beberapa kejahatan yang dilakukan terdakwa.
Á ÁJPU menjerat terdakwa dalam dua pasal, yakni pasal 11 dan
pasal 12 huruf b UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20
Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP.
Á ÁTerdakwa yang didampingi penasihat hukum M Taufik SH, hanya
diam ketika JPU membacakan isi dakwaan hingga selesai, pun begitu
JPU menunjukkan surat alat bukti tambahan kepada majelis hakim,
terdakwa hanya diam saja.
Á ÁTerdakwa diseret ke persidangan karena dituduh telah melakukan
pungutan atau menerima hadiah sebagai tanda balas jasa kepada para
calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Á ÁKasus ini terjadi dari tahun 2005 hingga 2009, terdakwa selaku
Kasubbag Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) dan Kepegawaian
Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan,
mengirimkan data tenaga honorer yang ada di wilayah Departemen
Agama Kalimantan Selatan untuk diangkat menjadi pegawai negeri
sipil (PNS).
Á ÁKemudian atas permintaan data dari Departemen Agama RI,
selanjutnya Kantor Wilayah Agama Propinsi Kalimantan Selatan
mengirim surat ke Departemen Agama se©Kalimantan untuk mengirimkan
data honorer.
Á ÁSelain data©data tenaga honorer, juga dimintai kelengkapan
administrasi oleh terdakwa, yang kemudian berkas©berkas tersebut
dibawa terdakwa ke Biro Kepegawaian Departemen Agama RI di Jakarta.
Á ÁSelanjutnya oleh Biro Kepegawaian Agama Pusat, tenaga honorer
tersebut diangkat menjadi CPNS dan dibuatkan SK.
Á ÁKelulusan para tenaga honorer tersebut dikatakan terdakwa
kepada salah seorang yakni Abdul Hadi SAg bahwa kelulusan mereka
untuk menjadi CPNS melalui proses yang cukup melelahkan.
Á ÁTerdakwa mengatakan untuk mengurus CPNS itu ia terpaksa harusÔ h) 0*0*0*° ° Ô bolak©balik Jakarta dan telah banyak memakan biaya serta menyita
waktu dan tenaga.
Á ÁAtas keluh kesah terdakwa itu kemudian Abdul Hadi SAg,
menyerahkan uang sebesar Rp35 juta, sebagai ucapan terima kasih,
kemudian keluh kesah terdakwa itu disampaikan pula oleh Abdul Hadi
SAg, kepada yang lainnya.
Á ÁBerapa lama kemudian Abdul Hadi SAg menerima lagi uang sebesar
Rp165 juta dari para CPNS, kemudian dilaporkan Abdul Hadi kepada
Drs H Gurdani Syukur.
Á ÁAtas arahan Drs H Gurdani Syukur, kemudian uang tersebut
diserahkan Abdul Hadi SAg kepada terdakwa sebesar Rp115 juta,
sedangkan Rp50 juta oleh Drs H Gurdani Syukur dibagi©bagi, untuk
dirinya Rp25 juta, untuk Abdul Hadi SAg Rp15 juta dan Rp10 juta
untuk Abror, M Ahri dan Siti Hadijah.
Á ÁSetelah itu terdakwa kembali menerima uang sebesar Rp42,5 juta
dari Syamsul Bahri yang didapat dari CPNS Departemen Agama
Kabupaten Tapin.
Á ÁUang yang diterima Syamsul Bahri itu sebenarnya berjumlah Rp50
juta, tapi Rp7,5 jutanya dibelikan Syamsul Bahri laptop Toshiba,
dan sisanya diserahkan kepada terdakwa dalam tujuh tahap dan
langsung diterima terdakwa di kantor Departemen Agama Provinsi
Kalimantan Selatan di Jl DI Penjaitan No 19 Banjarmasin.
Á ÁPada tanggal 7 hingga 10 April 2010, saksi Khairunisa SH
melakukan audit atas dugaan penerimaan uang oleh terdakwa di
lingkungan Kantor Wilayah Kementrian Agama berdasarkan surat tugas
Inspektur Jendral Nomor D/1.a/PS.00/0289/2010 tanggal 6 April 2010.
Á ÁHasil audit laporan pemeriksaan kasus pada Kantor Wilayah
Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan hasil
pemeriksaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan Nomor
D/II/HK.04.1/041/2010 tanggal 8 April 2010 terdakwa telah menerima
uang diduga kuat adalah hadiah. Ã Ãris/adi

No comments: