Sunday, May 29, 2011

Terdakwa Minta Jaksa Berlaku Adil

BANJARMASINÄ Ä © Meskipun Drs H Syafruddin, mantan Kepala Kasubag
Organisasi Tata Laksana di Departemen Agama wilayah Kalimantan
Selatan, telah ditetapkan sebagi tersangka dan menjalani proses
persidangan di PN Banjarmasin dalam kasus dugaan gratifikasi, namun
ia tetap menyataka tidak bersalah, karena hadiah yang diberikan
kepadanya itu atas inisiatif para CPNS.
Á ÁPernyataan itu diungkapkannya dalam selebaran atau release,
setelah persidangan perdana yang berlangsung di PN Banjarmasin
beberapa hari kemarin.
Á ÁMenurutnya, pihak kejaksaan yang menangani kasus dirinya
hingga menyeretnya kepersidangan itu tidak adil, sebab uang yang
dikasihkan para CPNS atas inisiatif mereka itu sendiri bukan hanya
ia nikmati sendiri, tetapi ada beberapa orang yang ikut menikmati
mengapa hanya dijadikan saksi saja.
Á ÁDikatakannya, orang©orang yang jelas menikmati kucuran dana
dari 1.241 CPNS justru tak tersentuh hukum. orang©orang yang
dimaksud terdakwa adalah, Drs H Gurdani Syukur, selaku Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupatin Hulu Sungai Tengah (HST), yang
telah menerima Rp25 juta, Kabag TU, Abdul Hadi Rp15 juta, dan tiga
pegawai Kementerian Agama HST atas nama Abror, M Ahri, dan Siti
Hadijah sebesar Rp10 juta.
Á Á"Dalam isi dakwaan JPU telah dipaparkan kalau uang sebesar
Rp50 juta dibagi©bagikan atas arahan Kepala Kantor Kemenag HST, dan
mengapa mereka tidak tersentuh hukum dan hanya saya sendiri yang
dijadikan terdakwa," ujarnya.
Á ÁDikatakan terdakwa, satu orang lainnya yang juga ikut
menikmati uang ucapan terima kasih dari para CPNS adalah Syamsul
Bahri, salah seorang pejabat Kementerian Agama Tapin.
Á ÁDari uang Rp50 juta yang terkumpul, Syamsul Bahri menurut
terdakwa telah memgambilnya sebesar Rp7,5 juta, yang digunakannya
untuk membeli laptop, sedangkan sisanya Rp42,5 juta diserahkan
kepadanya.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl KS Tubun Gg Keluarga II No
41 RT 02 Kelurahan Pekauman Kecamatan Banjarmasin Selatan ini,
sangat berharap pihak kejaksaan bisa berlaku adil dalam perkara
ini, karena menurutnya dirinya tidak pernah meminta uang sebagai
tanda ucapan terima kasih kepada para calon CPNS, melainkan atas
inisiatif para CPNS itu sendiri. Ã Ãris/adi

No comments: