Monday, May 30, 2011

Terdakwa Lakukan Eksepsi

BANJARMASINÄ Ä © Meskipun sempat molor dari penjadwalan, sidang
perdana kasus dugaan korupsi pada PT PLN Cabang Barabai dengan
terdakwa Naryono tetap saja berlangsung.
Á ÁSidang yang semula akan berlangsung pada pukul 10.00 Wita
sempat tertunda beberapa jam, hingga berlangsung pada pukul 12.00
Wita di ruang II Pengadilan Tipikor atau PN Banjarmasin, Senin
(30/5) kemarin.
Á ÁPada sidang perdana kemarin masih mengagendakan mendengarkan
isi dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Hadi Winarno
SH cs, jaksa dari Kejari Barabai.
Á ÁBerkas dakwaan yang berisikan sekitar 20 halaman, dibacakan
JPU secara terperinci dan bergantian di hadapan majelis hakim yang
diketuai Tongani SH, hakim dari PN Barabai, dan didampingi dua
hakim anggota Dana Hanura SH MH dan Samhadi SH MH yang merupakan
hakim adhock.
Á ÁSementara itu terdakwa Naryono, mantan Asisten Manager Bagian
Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Cabang Barabai, duduk sebagai
pesakitan didampingi penasihat hukum dari kantor Masdari Tamin.
Á ÁDengan mengenakan baju kemeja warna putih dan kopiah putih
terdakwa duduk di kursi terdakwa, sementara di belakangnya di kursi
pengunjung nampak terlihat dua wanita dan beberapa orang yang rataªrata mengenakan kemeja putih pula. Diduga yang hadir menyaksikan
jalannya persidangan itu adalah istri dan para kerabat terdakwa.
Á ÁTerdakwa sendiri dibawa ke Banjarmasin dengan menggunakan
mobil Kejari Barabai, satu mobil dengan JPU. Dalam isi dakwaan JPU
menjerat terdakwa dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31
Tahun 1999 jo pasal 64 ayat (1) ke©1 KUHP, sebagaimana dalam
dakwaan primair.
Á ÁSementara itu dalam dakwaan subsidair terdakwa dijerat pasal
3 jo pasal 18 Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan
UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
jo pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Sidomulyo Raya No 036 RW 009
Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru ini, dituduh telah
melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa
sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut atau
diteruskan, secara melawan hukum telah melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korpoorasi yang
dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Á ÁTerdakwa diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai
asisten manager niaga dan pelayanan pelanggan PT PLN Cabang
Barabai, karena akibat perbuatannya itu telah menguntungkan orang
lain yaitu pelanggan PT PLN Cabang Barabai, akibat perbuatan
terdakwa negara dirugikan sekitar Rp271.339.710.
Á ÁTerungkapnya kasus ini manakala terdakwa melakukan penagihan
terhadap 461 pelanggan yang terkena Penertiban Pemakaian Tenaga
Listrik (P2TL) yang bekerja sama dengan perusahaan instalatir
listrik yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia
(AKLI) Cabang Barabai, untuk melakukan penerbitan aliran listrikÔ h) 0*0*0*° ° Ô terhadap calon pelanggan yang belum memasang meter maupun pelanggan
baru.
Á ÁSetiap calon pelanggan yang memasang listrik baru dikenakan
biaya untuk 450 VA sebesar Rp6 juta, untuk biaya instalasi di rumah
pelanggan sebesar Rp3,55 juta, dan sisanya disetor ke PLN melalui
instalatir bersangkutan.
Á ÁSedangkan beban 900 VA dikenakan biaya Rp8 juta dengan biaya
instalasi sebesar Rp1 juta, sisanya disetor ke PLN Cabang Barabai
melalui instalatur bersangkutan, dan perbuatan terdakwa menyalahi
aturan yang ditentukan pihak PT PLN Wilayah Kalselteng, sehingga
terdapat kerugian negara.
Á ÁAtas dakwaan itu, terdakwa merasa keberatan dan mengajukan
eksepsi. Dalam nota pembelaannya terdakwa meminta dibebaskan dari
segala tuduhan JPU. Ã Ãris/adi

No comments: