Tuesday, May 24, 2011

TB BSC Star Kencing Solar Ke LCT Huma Amaz

BANJARMASINÄ Ä © Tug boat (TB) PT BSC Star, kedapatan kencing solar
sebanyak 5 ton ke LCT Huma Amaz 02 hingga disita aparat Dit Polair
Polda Kalsel, Senin (23/5) pukul 19.25 Wita.
Á ÁAktivitas kencing solar yang dilakukan TB BSC Star tersebut ke
LCT Huma Amaz 02, diduga sudah kerap dilakukan hingga puluhan ton
solar ilegal bebas dijual liar ke perusahaan dan pertambangan.
Ironisnya baru diungkap oleh aparat Polair melalui proses panjang
penyelidikan di lapangan.
Á ÁSaat ini, dua buah kapal tersebut terpaksa disita aparat,
termasuk 5.000 liter solar. Hingga berita ini diturunkan oleh
à ÃHarian Mata BanuaÄ Ä, ada dua orang tersangka yang kini tengah
diamankan, yaitu pemilik LCT Huma Amaz 02 Abdul Kholik (28), warga
Jl Pales Jaya Kelurahan Pilas Kota Kalenda Kupang Selatan.
Á ÁLCT bertuliskan PT Pelita Batulicin Bersujud, sebagai penimbun
BBM solar sebanyak 5.000 liter dari Mualim I TB BSC Star, Tri Ari
Wibowo (34), warga Jl Lingkaran Sumur Jaya RT 001 RW 006 Kelurahan
Taman Sari Kecamatan Pulau Luak Banten yang juga ikut diamankan.
Sedangkan nakhoda TB masih di Jakarta.
Á ÁDikatakan Dir Polair Polda Kalsel AKBP A Yulius Bambang K SIK
melalui Kasi Gakkum AKP Yudi Ridarto SIK didampingi Kapospol Ujung
Murung AKP Oktopianus K SIK saat di atas TB PT BSC Star, aktivitas
kencing BBM terpantau aparat saat bongkar muat TB BSC Star ke LCT
Huma Amaz dekat Pulau Kembang.
Á Á"Ada dugaan aktivitas ini kerap dilakukan mereka. Penindakan
dilakukan berdasarkan laporan masuk dari masyarakat. Kita sita
kedua kapal tersebut bersama BBM solar sebanyak 5 ton," ujarnya.
Á ÁAparat juga kerap menerima informasi ada penumpukan BBM ilegal
melalui penggelapan dalam jabatan. "Nakhoda jual BBM sisa
operasional. Tersangka dua orang yang sudah ditetapkan, yaitu
Mualim I TB BSC Star, Tri Ari Wibowo (34) dan pemilk LCT Huma Amaz
Abdul Kholik (28), tak menutup kemungkinan berkembang," jelasnya.
Á ÁTersangka dikenakan pasal 374 UU Migas dan penadah dikenakan
480 KUHP.
Á ÁDiakui Tri Ari Wibowo, TB PT BSC Star sudah sandar di perairan
Barito selama satu tahun, guna perbaikan kapal. "Kami sudah satu
tahun sandar di perairan Barito buat perbaikan kapal. Ada 11 orang
ABK, nakhoda kapal Muhamad Syafe'i sedang berada di Jakarta, lihat
kan saya lagi telpon dia," katanya menghindari wartawan.
Á ÁSementara dalam pantauan di TB BSC Star sekira pukul 11.50
Wita, BBM solar yang dikencingkan adalah BBM yang berada di ruang
mesin, yang sebenarnya buat stok BBM mesin TB. Sedangkan saat
wartawan ke LCT Huma Amaz 02, didapati tulisan PT Pelita Batulicin
Bersujud, selain tulisan Pertamina. zal/adi

No comments: