Monday, May 2, 2011

Putra Daerah Menjadi Salah Satu Hakim Tipikor

BANJARMASINÄ Ä © Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, merupakan salah
satu pengadilan yang diresmikan menjadi PN Tipikor yang khusus
menangani perkara tindak pidana korupsi.
Á ÁAda empat hakim adhock yang dinyatakan lulus dalam seleksi
yang ditempatkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, dan satu dari
empat hakim adhock terpilih itu adalah warga Kalimantan salah
seorang advokat, yakni Dana Hanura SH MH.
Á ÁSedangkan tiga orang lain adalah hakim terpilih yang berasal
dari luar Kalimantan, yakni Mardi Antos SH, dan Bagus Handoko SH,
serta Samhadi SH MH.
Á ÁSenin (2/5) kemarin, keempat hakim adhock Tipikor tersebut
dinyatakan telah sah dan akan siap menjalani tugasnya, setelah
Ketua PN Banjarmasin, M Amril SH MHum melantik mereka.
Á ÁPelantikan sendiri berlangsung sederhana, karena hanya
dihadiri para pegawai PN Banjarmasin, padahal semula akan hadir dan
langsung melantik mereka adalah pihak Mahkamah Agung (MA) RI.
Á ÁDikatakan Dana Hanura SH MH, ia sangat bersyukur telah menjadi
salah satu hakim terpilih yang ditugaskan untuk menangani perkara
korupsi.
Á Á"Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada pemerintah
karena dipercayakan untuk bertugas sesuai dengan undang©undang, dan
tugas ini melebihi dari segalanya," katanya.
Á ÁMenurutnya, dengan dilantiknya dirinya sebagai hakim Tipikor,
berarti ia telah siap menjalani tugas yang penuh tantangan, karena
tindak pidana korupsi ini harus benar©benar diberantas sesuai
dengan peraturan pemerintah.
Á ÁDisinggung bagaimana nantinya bila ada lobi©lobi dari pihak
terdakwa, ia mengatakan tetap komitmen pada prinsipnya, yakni
memberantas tindak pidana korupsi.
Á Á"Saya tetap komitmen dan memegang prinsip serta
mengeyampingkan lobi©lobi ataupun deal yang akan dilakukan para
terdakwa, sesuai dengan sumpah, karena tugas kita itu bukan hanya
dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di akhirat. Bagi saya
apabila dua alat bukti telah mendukung dan pihak KPK atau penyidik
melakukan pemberkasan maka perkara itupun akan siap disidangkan,"
ungkapnya.
Á Á"Saya akan menutup akses untuk deal©deal maupun lobi©lobi,
karena menurut saya tugas adalah yang terpenting, dan dipercayakan
sebagai hakim Tipikor ini merupakan karir yang lebih baik, tidak
bisa diukur atau dinilai dengan materi," lanjutnya.
Á ÁDisinggung apakah ada beban, karena ia baru menjalankan tugas
sebagai hakim Tipikor, ia katakan tidak ada karena sebelumnya juga
tidak ada yang membebani, dan tugas ini merupakan karir yang surat
keputusannya langsung ditandatangani Presiden RI namun
pelaksanaannya oleh pihak MA RI.
Á Á"Saya tidak ada beban dan sebelumnya tidak pernah lakukan
deal©deal dengan pihak birokrat atau siapapun, dan saya akan
menjalankan tugas sesuai peraturan pemerintah siapa pun yangÔ h) 0*0*0*° ° Ô menjadi terdakwa nantinya," paparnya.
Á ÁEmpat hakim adhock itu dalam teknisi didampingi oleh empat
hakim karir yang telah mendapat pelatihan menjadi hakim Tipikor.
Untuk Pengadilan Tipikor Banjarmasin ada empat hakim karir yang
dipilih dan telah menjalani pelatihan, adalah Ketua PN Banjarmasin,
M Amril SH MHum, Yohanes Priana SH MH, Udjianti SH MH, dan Susi
Saptati SH MH.Ã Ã ris/adi

No comments: