Thursday, May 12, 2011

PT KJW Kembali Sulut Amarah Warga

PELAIHARI © PT Kintap Jaya Watindo (KJW) kembali menyulut amarah
warga Desa Tabanio Kecamatan Kintap. Betapa tidak, di lahan yang
diduga bersengketa di tapal batas dengan warga Tabanio itu ditanami
sawit oleh KJW. Alhasil ribuan warga Tabanio turun ke lokasi
menebang tanaman sawit tersebut, Kamis (12/5).
Á ÁKeterangan Rahmani, mereka kaget melihat ada tanaman sawit
setinggi 2 hingga 3 meter di lahan yang dipermasalahkan warga
tersebut. Sebelumnya lahan tersebut bersih dari tanaman sawit,
yang ada hanya pepohonan galam. "Tapi sekarang lahan itu sudah
ditanami sawit diperkirakan ribuan pohon," kata Rahmani, salah satu
koordinator warga.
Á Á"Seolah©olah tanaman itu sudah tumbuh lama. Namun warga tentu
tak dapat dibodohi, sebab dilahan itu sebelumnya kosong. Apalagi
itu lokasi itu yang selama ini dipermasalahkan warga setempat,"
ujarnya.
Á ÁRahmani menambahkan, pihaknya mengakui sebelum aksi warga ini,
pihak PT KJW pada tanggal 20 April lalu melakukan sosialisasi
kepada warga, namun saat 23 April pihak perusahaan telah masuk ke
lahan tersebut dengan menanami pohon sawit setinggi 2 meter
tersebut.
Á ÁAtas permasalahan ini, Rahmani berharap kepada pemerintah
kabupaten maupun Provinsi Kalsel untuk dapat segera menyelesaikan
permasalahan ini, agar tidak berlarut©larut.
Á ÁKetua LSM Asmat, Emilasari yang selalu mendampingi masyarakat
Tabanio atas permasalahan ini mengatakan, pihaknya menagih janji
kepada Gubernur yang pernah mengatakan akan segera menyelesaikan
permasalahan ini.
Á Á"Janji Gubernur ingin segera menyelesaikan permasalahan, namun
Gubernur hanya bisa meredam, namun tidak menjadi penyelesaian
persoalan," tegasnya.
Á ÁJika persoalan ini dilimpahkan kembali ke pihak kabupaten,
maka akan menjadi stagnan dan akan berimbas terjadinya aksi susulan
dari warga.
Á ÁEmy juga menyayangkan kedatangan tim dari provinsi yang turun
ke lapangan untuk mengetahui permasalahan, namun setelah itu tidak
ada tindak lanjut secara kongkrit. Ironisnya, perusahaan tersebut
berani menanami kembali lahan tersebut.
Á Á"Kalau hal ini tidak cepat segera diselesaikan, saya khawatir
akan terjadi dampak yang semakin meluas, termasuk hilang
kepercayaan dan wibawa seorang Gubernur di masyarakat Tabanio,"
ujarnya.
Á ÁSaat dikonfirmasi salah satu manajemen perusahaan PT KJW
Gunawan Wibisono melalui telepon tidak menjawab dan tidak membalas
SMS yang wartawan kirim. Ã Ãcan/adi

No comments: