Friday, May 20, 2011

PT BBG Penuhi 2 Tuntutan Warga

MARTAPURAÄ Ä © Rencana demo yang digelar warga Kecamatan Sungai Tabuk
terhadap aktivitas PT Barito Basin Gas (BBG) benar©benar
dilakukan. Warga yang berjumlah mencapai 100 orang mendatangi
lokasi pengeboran milik perusahaan itu untuk menyampaikan aspirasi
warga.
Á ÁKedatangan warga sendiri ke lokasi pengeboran sekitar pukul
10.00 Wita. Mereka berkumpul di depan halaman lokasi pengeboran
dengan dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Banjar, dipimpin
langsung Waka Polres Banjar.
Á ÁDalam aksi itu, warga melakukan orasi dengan membacakan 4
tuntutan mereka, yakni menagih janji perusahaan yang berjanji akan
mempekerjakan warga setempat jika beroperasi, meminta tanggung
jawab soal kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas, dan menuntut
penyaluran dana CSR serta pemberi ganti rugi akibat bunyi deru
mesin yang dinilai menggangggu kesehatan warga.
Á Á"Kami ingin perusahaan mengabulkan tuntutuan kami. Jika tidak,
lebih baik perusahaan hengkang dari daerah kami. Buat apa ada kalau
tidak bisa memberikan kontribusi bagi warga," ujar H Syahruji,
penanggung jawab dan juru bicara masyarakat, saat berorasi dalam
demo damai yang mereka sebut sebagai penyampaian aspirasi itu.
Á ÁTuntutan pertama, lanjut Syahruji, agar perusahaan menepati
janji untuk mempekerjakan warga masyarakat yang berada disekitar
lokasi tambang/perusahaan. Kedua ungkapnya, agar perusahaan
bertanggung jawab atas terjadinya kebisingan karena suara dan deru
mesin di malam hari, membuat masyarakat sekitar menjadi susah untuk
tidur dan sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
Á ÁKetiga, warga juga menuntut agar perusahaan memberikan
kompensasi atau bantuan kesehatan setiap bulannya kepada warga yang
terkena dampak kebisingan, dan tuntutan terakhir, pihak masyarakat
menginginkan ke depannya apabila perusahaan memerlukan tenaga
karyawan agar merekrut warga setempat, bukan hanya diambil
dari keluarga kepala desa alias pambakal.
Á Á"Kami juga mempertanyakan hasil kajian Unlam yang mengatakan
tingkat kebisingan masih di bawah baku standar. Itu hanya teori,
kami yang merasakan langsung bisingnya suara," katanya.
Á ÁUsai berorasi, enam orang perwakilan warga dipimpin H Syahruji
memenuhi keinginan pihak perusahaan yang berdialog, di mana
lokasinya dipilih di dalam lokasi pengeboran.
Á ÁDalam dialog itu terdapat dua keinginan warga bisa diakomodir
yakni perusahaan bakal berbuat adil dengan merekrut karyawan dari
lokal dan luar, setelah sebelumnya akan memberhentikan karyawan
yang ada saat ini, dan pihak perusahaan juga akan memperhatikan
dampak lingkungan.
Á ÁSementara untuk kebisingan, pihak perusahaan tidak bisa
memenuhinya, lantaran pihak perusahaan berkeras kalau pihaknya
sudah melakukan kegiatan sesuai prosedur.
Á Á"Kami akan lanjutkan penyampaian aspirasi ke DPRD Banjar.
Masalah kebisingan ini penting demi menjaga kesehatan warga,"
pungkasnya.
Á ÁPimpinan perwakilan wilayah Kalsel PT BBG, Wisman Purnama Rasa
ditemui sejumlah wartawan mengatakan kalau pihaknya menerima
beberapa tuntutan warga, namun menunggu perusahaan benar©benar
beroperasi.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ Á"Kami kan masih dalam tahap penelitian. Tidak lama lagi
aktivitas akan berhenti. Kalau memang gas bisa diambil maka
perusahaan akan beroperasi lagi empat sampai lima bulan. Kalau
memang nanti beroperasi dua tuntutan warga akan kami penuhi,"
ujarnya.
Á Á"Sedangkan mengenai masalah perekrutan pekerja, kami akan
bekerjasama dengan pihak Muspika dan Pemda setempat untuk
perekrutan, dengan komposisi 50:50 lokal dan luar. Tapi kami
memerlukan karyawan yang punya kemampuan dan skill," janjinya.Ã Ã
sup/adi

No comments: