Thursday, May 5, 2011

Muhidin Akui Hanya Memberikan Pinjaman

Ä ÄÃ ÃBANJARMASINÄ Ä © Walikota Banjarmasin, H Muhidin, berkeyakinan bahwa
sertipikat tanah SHM No 21 atas nama Miansyah yang dibelinya dari
terdakwa Emmy Mardiana itu sah dan tidak melawan hukum.
Á ÁHal ini dikatakannya seusai menjadi saksi pada persidangan di
ruang Cakra PN Banjarmasin, Kamis (5/5) kemarin. Keyakinan itu
menurutnya setelah SHM 21 itu telah diuji ulang di forensik dan
dari keterangan ahli hukum.
Á Á"Saya yakin kalau SHM No 21 atas nama Miansyah itu adalah asli
dan terdakwa tidak bersalah, kalau pun yang salah itu sebenarnya
SHM No 537 yang dinyatakan hilang tersebut, dan kalau memang hilang
tolong diselidiki, jangan ada keterangan hilangnya saja," katanya.
Á ÁNamun ketika disinggung mengenai keterangan Kepala BPN Banjar
Norifansyah, pada persidangan sebelumnya yang juga dihadirkan JPU
Arif Rahman SH MH, kalau SHM No 21 itu tidak terdaftar di Badan
Pertanahan Nasional (BPN), ia tidak bisa menjawab dengan jelas,
malah Muhidin menyalahkan pihak BPN.
Á Á"Nah itu, sekarang pihak BPN bagaimana, pimpinan saja kena
kasus," katanya lagi.
Á ÁSementara itu ketika duduk di kursi persidangan sebagai saksi,
Muhidin dalam memberikan keterangannya mengatakan banyak tidak
mengetahui masalah lokasi tanah SHM No 21 atas nama Miansyah
tersebut.
Á ÁMenurutnya yang melakukan pembelian itu adalah orang
suruhannya atau pegawainya bukan langsung dirinya, makanya ketika
ditanya majelis hakim yang diketuai M Amril SH MHum, mengenai
lokasi tanah serta perjanjian jual beli ia menjawab banyak tidak
tahu.
Á Á"Saya tidak tahu karena semua itu yang menanganinya adalah H
Ansyari anak buah saya, sedangkan saya diibaratkan bos©nya,"
katanya dengan tenang.
Á ÁMenurutnya bahwa tanah tersebut belum dibelinya, meskipun ia
telah menyerahkan uang kepada terdakwa berjumlah seluruhnya sekitar
Rp600 juta.
Á ÁIa menjelasan saat itu pada tanggal 20 Desember 2006, terdakwa
datang bersama penasihat hukumnya dan menawarkan tanah yang
terletak di kawasan Jl A Yani Km 17,700. Namun menurut keterangan
terdakwa sertipikatnya masih berada di bank BRI Martapura.
Á ÁUntuk mengambil sertipikat tersebut terdakwa minta uang kepada
H Muhidin sebesar Rp50 juta, dan dianggap sebagai tanda jadi atau
panjar. Á ` ` ÁDalam kesepakatan tersebut tanah yang dijual terdakwa
disepakati dengan harga Rp50 ribu permeternya, dengan luas 85cm x
350cm, sehingga Muhidin mengasihkan uang sebesar Rp50 juta kepada
terdakwa.
Á ÁMuhiddin sendiri membantah kalau tanah tersebut telah ia beli
meskipun dirinya telah memberikan uang kepada terdakwa secara
cicil. Jika benar Rp50 ribu permeter, maka tanah tersebut sangat
murah ketimbang harga pasaran tanah di lokasi sekitar di tahun 2006
itu. Ã Ãris/adi

No comments: