Sunday, May 1, 2011

LSM HST Dukung LVRI

MARTAPURAÄ Ä © Soal penangkapan anggota Legiun Veteran Republik
Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjar, H Masrani alias H Yani (93),
meski akhirnya dikenai wajib lapor, ternyata mendapat perhatian
juga dari LSM KSHNM HST. Ketua KSHNM HST, Bahrudin alias Udin Palui
menyatakan dukungannya terhadap perjuangan LVRI Banjar untuk
memperoleh haknya di lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM).
Á Á"Kami dari KSHNM HST sangat menyayangkan sikap aparat Polres
Banjar yang terlalu gegabah dalam melakukan proses hukum dengan
menetapkan anggota veteran sebagai tersangka dan menahan, walaupun
sekarang hanya wajib lapor. Mengingat, pertama sebagai mantan
pejuang, kedua faktor usia dan ketiga faktor kesehatan," ucapnya.
Á ÁSemestinya, lanjutnya, faktor itu harus dipertimbangkan aparat
sebelum menangkap H Yani, apalagi kasus antara LVRI Banjar dengan
PT Golden adalah soal sengketa lahan yang lebih ke ranah perdata.
Á Á"Ini pun sebenarnya kasus lama, melibatkan LVRI Banjar, PT
Golden dan pemerintah," cetusnya.
Á ÁMenurut Udin Palui, dirinya juga anak seorang pejuang di HST,
siap memberikan dukungan dan bantuan kepada LVRI Banjar. "Kalau
perlu, masalah ini kita laporkan ke Presiden, Kapolri serta LVRI
Pusat," paparnya.
Á ÁSebelumnya, Jumat (29/4), Madong, salah seorang anggota
veteran menyayangkan arogansi oknum Polres Banjar terhadap H
Masrani (H Yani) yang sudha berusia 93 tahun. Padahal, lanjutnya,
Masrani adalah Wakil Ketua LVRI Kabupaten Banjar.
Á ÁMenurutnya, ketika rekan©rekan Masrani mendatangi Polres
Banjar untuk mengetahui kenapa sampai Masrani ditangkap dan
menyusul kemudian dijadikan tersangka dengan wajib lapor Senin dan
Kamis, justru ada oknum polisi yang mengeluarkan kata©kata tidak
sopan.
Á Á"Ada kata©kata dari oknum polisi bahwa apa itu veteran,
veteran itu tentara goblok," paparnya.
Á ÁMenurut Madong, mereka tidak terlalu mempermasalahkan
perkataan dari oknum polisi tersebut, yang menurutnya tidak
mengerti sejarah lahan eks PKM yang notabene dibeli sendiri oleh
para veteran pada tahun 60©an.
Á ÁSeperti yang dilansir koran ini kemarin, kasus sengketa tanah
eks PKM antara PT Golden dengan LVRI Kabupaten Banjar sepertinya
bakal berbuntut panjang.
Á ÁPasalnya, dengan hanya bermodalkan laporan dari pihak PT
Golden, aparat dari Polres Banjar berani menetapkan H Masrani (93),
Wakil Ketua LVRI dan satu rekannya sesama anggota LVRI bernama
Minan sebagai tersangka, dan mengeluarkan surat penahanan, Selasa
dini hari (26/4) dengan tuduhan penyerobotan dan pencurian, padahal
tidak ada putusan pengadilan yang menetapkan siapa pemilik sah
lahan sebenarnya.Ã Ã adi

No comments: