Wednesday, May 4, 2011

Kemungkinan Akan Ada Tersangka Baru

BANJARMASIN Ä Ä© Meskipun pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin,
telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi
KPU Kota Banjarmasin, namun tidak menutup kemungkinan tersangka
akan bertambah lagi.
Á ÁHal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)
Banjarmasin, Hadi Purwoto SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus
(Kasi Pidsus), Ramadhani SH, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa
(3/5) siang.
Á ÁPernyataan ini dikatakannya setelah disinggung mengenai
keterangan beberapa orang saksi yang hadir di persidangan sebagai
saksi dalam kasus gratifikasi KPU Kota Banjarmasin yang terdakwanya
Gusti Fuadi.
Á Á"Memang dalam keterangan beberapa saksi yang hadir dan
memberikan keterangan pada sidang Gusti Fuadi, saksi dari
sekretariat KPU dan lembaga KPU Kota Banjarmasin, saling
menyalahkan, namun untuk mencari tersangka baru itu perlu buktiªbukti, dan kita tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru
lagi setelah Tuti dan Rodi," ungkapnya.
Á ÁDikatakannya untuk menangani kasus gratifikasi di KPU Kota
Banjarmasin, pihaknya tidak bertindak secara subyektif, melainkan
harus melihat obyektivitas fakta hukum di persidangan.
Á Á"Karena di persidangan itu nantinya akan terlihat siapa©siapa
yang berperan dalam kasus gratifikasi itu. Kalau memang alat
buktinya kuat, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru
lagi," katanya.
Á Á"Semua tinggal hasil persidangan, dari penuntutan hingga
putusan dan bagaimana pula putusan majelis hakim nantinya, karena
pengelakan mereka itu juga tidak bisa dijadikan bahan," tambahnya.
Á ÁDiketahui sebelumnya bahwa Kejari Banjarmasin telah menetapkan
dua tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi di lembaga KPU
Kota Banjarmasin.
Á ÁDua tersangka baru yang telah ditetapkan pihak Kejari
Banjarmasin merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan
selama ini.
Á ÁDari hasil pengembangan itu telah tetapkan dua tersangka baru
dari pihak KPU Kota Banjarmasin, yakni Tuti dan Rodi.
Á ÁKejari Banjarmasin sudah mulai memanggil beberapa orang saksi
untuk dimintai keterangan. Dan Jumat (29/4) kemarin salah seorang
anggota KPU Kota Banjarmasin telah datang ke ruang Kasi Pidsus
untuk memenuhi panggilan.
Á ÁAdapun yang hadir memenuhi panggilan pihak Kejaksaan itu
adalah Drs Tamliha Harun, salah seorang anggota KPU Kota
Banjarmasin.
Á ÁRodi sendiri dalam kasus dugaan gratifikasi, merupakan orang
yang menelpon Gusti Fuadi untuk menagih janji dalam pemberian
hadiah, dan dalam berkas dakwaan pada sidang perdana Gusti Fuadi
telah dipaparkan.
Á ÁSementara Tuti selaku Sekretaris KPU Kota Banjarmasin, adalah
yang menerima pemberian hadiah berupa amplop berisi uang tunai
sebesar Rp25 juta, yang juga telah terbuka di persidangan pada
berkas Gusti Fuadi.
Á ÁBahkan dalam persidangan, Tuti dan Rodi, sebagai saksi saling
menyalahkan terhadap pihak KPU Kota Banjarmasin. Ã Ãris/adi

No comments: