Tuesday, May 10, 2011

Kejari Tanjung Bidik Korupsi Rp2 M

TANJUNGÄ Ä © Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung sedang melakukan
penyidikan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010,
pada kegiatan pengadaan buku untuk perpustakaan dengan potensi
kerugian negara kurang lebih Rp2.010.000.000.
Á ÁKasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjung, Nurul Anwar
didampingi Kasi Intel Kejari Tanjung, Harwanto di depan wartawan
Selasa (10/5) mengatakan, Senin lalu dirinya menerima berkas
penyelidikan dari Kasi Intel untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan
terhadap dugaan korupsi pengadaan buku untuk perpustakaan bersumber
dari DAK dan sharing APBD Kabupaten Tabalong.
Á ÁSebelumnya pihaknya sudah melakukan penyelidikan selama satu
bulan ke sekolah©sekolah yang mendapatkan bantuan buku, dari daerah
perkotaan sampai daerah pelosok di Desa Uwie Kecamatan Bintang Ara.
Hasilnya ditemukan jumlah pengadaan buku dalam kontrak tidak sesuai
dengan yang disalurkan.
Á Á"Seharusnya 472.160 buah buku disalurkan ke 52 SD, yang mana
satu sekolah menerima dua paket. Satu paketnya masing©masing 4.540
buah, tetapi ditemukan jumlah tersebut tidak sesuai dengan yang
disalurkan," ujar Nurul.
Á ÁBuku tersebut terdiri dari buku pengayaan 840 judul, tiap
judul ada lima buku, buku referensi 80 judul, tiap judul ada tiga
buku dan buku panduan pendidikan sebanyak 50 judul, tiap judul dua
buku.
Á ÁDikatakannya, nilai kontrak pengadaan yang sumber dananya dari
dana APBN dan sharing APBD Kabupaten Tabalong senilai
Rp9.675.090.000. "Dari nilai tersebut kita temukan potensi kerugian
sekitar Rp2.010.000.000," ujarnya.
Á ÁDalam temuan di lapangan, nilai pagu setiap sekolah yang
semestinya mendapatkan Rp95 juta, tetapi oleh dinas dinaikkan
menjadi Rp188 juta.
Á ÁMinggu depan sudah dimulai penyidikan dengan melakukan
pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi dan pengumpulan dokumenªdokumen.
Á ÁMenurut Nurul, pihak sekolah tidak ada yang tahu daftar buku
apa saja yang akan mereka terima, sehingga pada saat buku©buku itu
datang mereka tinggal tanda tangan penerimaan buku.
Á ÁSudah ada dua nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka
dalam pengadaan ini yaitu dari Dinas Pendidikan Tabalong dan
kontraktornya. Tapi seiring berjalannya waktu tidak menutup
kemungkinan tersangkanya akan bertambah.
Á Á"Ada dua nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka DAK untuk
pengadaan buku perpustakaan, dari Dinas Pendidikan dan
kontraktornya berinisial, S dan N," sebutnya. Ã Ãamn/adi

No comments: