Thursday, May 5, 2011

Kalsel Sasaran Empuk Beredarnya Rokok Selundupan

BANJARMASINÄ Ä © Bea Cukai Tipe A Banjarmasin, bersama Bea Cukai
Wilayah X Balikpapan, menyita sekira 400 karton rokok ilegal bukan
peruntukannya yang akan diselundupkan ke kabupaten©kabupaten di
Kalsel, serta Kuala Kapuas, Kalteng, dari tiga buah gudang
ekspedisi di dalam Kota Banjarmasin.
Á ÁTemuan aparat dari gudang ekspedisi milik PT Tran Borneo
Mandiri di Jl Pelabuhan Lama Banjarmasin, gudang milik PT Karyati
di Jl A Yani Banjarmasin, dan gudang ekspedisi milik PT Az©Zahra di
Jl Sungai Mesa Banjarmasin Utara. 400 karton rokok beragam jenis,
dengan harga bervariasi dari kisaran Rp4.000 hingga Rp6.000.
Á ÁRokok tak menggunakan bea cukai yang bukan peruntukannya
disita untuk dimusnahkan oleh Departemen Keuangan RI, antara lain
rokok merek Cakra, Top 9, Kausi Aura, Sampoerna Jaya, Wong Jaya 57,
Plexsi Neks, Mil Villis, MR, N7, N2, dan beberapa merek lainnya,
berjumlah kurang lebih 400 karton. Satu karton berisi empat sampai
enam bal, di mana satu bal berisi delapan slob, dan satu slob
berisi 20 bungkus.
Á ÁKepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A di Jl Barito Ilir
Trisakti Banjarmasin, Rudy Hernanto didampingi Kasi Penindakan
Dalam dan Penyidikan, Herkan S, saat dikonfirmasi à ÃHarian Mata BanuaÄ Ä
Kamis (5/5), membenarkan bahwa saat operasi gabungan bersama aparat
Bea Cukai Wilayah X Balikpapan di tiga gudang ekspedisi di Kota
Banjarmasin, menemukan 400 karton rokok ilegal.
Á Á"Dari razia gabungan selama 15 hari, dari tanggal 15 April
hingga 30 April, kami berhasil mengamankan kerugian negara sebesar
Rp890 juta. Rokok yang disita sebanyak puluhan ribu batang. Rokok
ini diperjualbelikan di Kalsel oleh pengusaha nakal, tanpa
menggunakan cukai. Ada juga pakai cukai tapi bekas," gerutunya.
Á ÁBahkan dari sitaan itu, ada juga ditemukan bandrol cukai,
namun bandrol rokok lain. "Mereka saat ini masih dalam proses
penyelidikan hingga ke penindakan. Jelas bila ada tersangkanya
mereka akan kita denda Rp200 juta," ujarnya.
Á ÁMenurutnya, operasi pertama dilakukan dengan menyelidiki harga
eceran. Ditemukan ada beberapa kejanggalan, rokok banyak beredar
tak menggunakan UU Cukai No 39 Tahun 2007. "Kemudian koordinasi
langsung dilakukan dengan Bea Cukai Wilayah X. Kita temukan 400
karton rokok ilegal di tiga gudang ekspedisi, milik PT Borneo
Mandiri, PT Karyati dan PT Az©Zahra," bebernya.
Á Á"Semua gudang kita beri segel, sebagian barang bukti rokok tak
bercukai resmi kita tahan di gudang mereka dan hanya sebagian yang
bisa kita bawa ke kantor, karena gudang kita tak mencukupi buat
penempatan ribuan bungkus rokok tersebut. Modus penyelundupan lewat
jasa ekspedisi," ucapnya.
Á ÁMenurutnya, modus lain, alamat pengiriman dibuat samar tak
jelas dan hanya dialamatkan ke gudang ekspedisi, sementara barang
akan diambil sendiri atau dikirim di tempat yang aman. "Semua
kiriman rokok dari pulau Jawa. Bila ada yang tertangkap nomor HP
mereka tak nyambung bila dihubungi," katanya.
Á ÁDijelaskan, empat pelanggaran yang kerap pelaku lakukan,Ô h) 0*0*0*° ° Ô antara lain, satu rokok sama sekali tak ada pita cukai, kedua, pita
cukai dipakai namun palsu. Ketiga, pita cukai asli tapi digunakan
untuk yang bukan peruntukannya. "Dan keempat, hampir belum pernah
ditemui saat razia, yaitu menggunakan personalisasi," tutupnya.
à Ãzal/adi

No comments: