Thursday, May 26, 2011

Hakim Pemvonis Culin Tersangkut Masalah

BANJARMASIN © Leba Max Nandoko Rohi SH, ketua majelis hakim
Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru yang memvonis pelaku pembunuhan
terhadap Hadriansyah, guru SDN Sarigadung Desa Sarigadung,
Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) tersandung
masalah saat ini.
Á ÁLeba Max Nandoko yang pada pertengahan tahun 2004 lalu
memvonis pelaku, M Aini alias Culin dan H Babak secara
kontroversial, masing©masing cuma empat bulan dan tiga bulan tujuh
hari penjara ini, bakal diperiksa aparat Dit Reskrim Polda Sumut
Á ÁDalam berita di internet, hakim Leba Max yang kini bertugas di
PN Binjai, Sumut itu dipanggil terkait penggrebekan sabu©sabu di
rumah dinasnya, Rabu (11/5) lalu.
Á ÁKabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso mengatakan,
pemanggilan Leba Max untuk dimintai keterangan atas penggrebekan
sabu©sabu di rumahnya Komplek Perumahan Kehakiman, Jalan Aiptu
Radiman, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai.
Á ÁDijelaskan Heru, saat pengrebekan dilakukan, diketahui Leba
Max tidak berada di rumah. Meski demikian, keterangannya sangat
diperlukan disebabkan lokasi penggrebekan merupakan rumah yang
ditempatinya.
Á ÁSehingga, segala aktivitas di rumah itu diketahuinya. "Saat
dilakukan penangkapan hakim (Leba,Red) tidak ada. Tapi hakim akan
segera dipanggil minggu depan," ungkap Heru kepada wartawan kemarin
(13/5).
Á ÁMenurut Heru, pemanggilan tersebut juga untuk mendalami
pengrebekan transaksi sabu©sabu oleh Detasmen A Brigade Mobil
(Brimob) Binjai tersebut.
Á ÁDalam penggrebekan itu, petugas berhasil membekuk Syahrul
Akhir Hasibuan (26) Warga Jalan Talam Kelurahan Nangka, Kecamatan
Binjai Utara. Petugas juga menyita barang bukti berupa, satu ons
sabu©sabu bernilai Rp120 juta. "Kenapa transaksi sabu©sabu
dilakukan di rumah itu, kita juga mau tahu sampai sejauh mana
keterlibatannya," jelas mantan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda
Sumut ini.
Á ÁDulu, hakim Max Nandoko, ketika memutus perkara yang menurut
keluarga korban sangat tidak adil itu, didampingi dua hakim
anggota, yakni Budi Haryono SH dan Nyoto Hindaryanto SH. Budi belum
diketahui sekarang bertugas di mana. Sedangkan Nyoto Hindaryanto
diduga bertugas di PN Gunung Sugih, Lampung.
Á ÁTiga hakim yang memberi vonis super ringan kepada dua terdakwa
kasus pembunuhan, yakni M Aini alias Culin dan H Babak, masingªmasing empat bulan dan tiga bulan tujuh hari, diinformasikan sedang
dibidik Komisi Yudisial (KY).
Á ÁSebagaimana diketahui, memang ada dua pelaku yang sudah
dihukum atas kasus pembunuhan terhadap korban, Hadriansyah di TKP
SDN Sarigadung Jl Eks Kodeco Km 8, Batulicin, Kabupaten Tanah
Bumbu, 9 Februari 2004 lalu tersebut. Namun, terdakwa satu, M Aini
alias Culin (29), warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Simpur, HSS
serta HM Ardi alias Babar (46) terdakwa II, warga Jl A Yani No 51
RT 1 Desa Karasikan Kecamatan Sungai Raya, HSS, cuma dihukum oleh
Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru masing©masing empat bulan dan tiga
bulan tujuh hari.
Á ÁHukuman yang diterima para pembunuh itu hampir sama dengan hukuman yang diterima seorang maling ayam. Ironisnya, hakim ketua,
Leba Max Nandoko Rohi SH dan anggota masing©masing Budi Haryono SH
dan Nyoto Hindaryanto SH berpatokan pada pasal 170 ayat (2) ke©3
KUHP serta pasal 351 ayat (2) KUHP jo pasal 55 KUHP.
Á ÁKejadian pembunuhan yang menggemparkan masyarakat setempat dan
diduga diotaki oleh oknum pengusaha batu bara Sam alias HI ini,
disayangkan hanya menjerat dua orang pelaku. Ketidakadilan hukum
ini terjadi ketika Polres Tanbu dipimpin oleh AKBP Ike Edwin dan
Polda Kalsel dipimpin Brigjen Pol Dody Sumantyawan.
Á Á"Kabarnya, setelah istri korban, yakni Lilik Dwi Purwaningsih
mengadukan ketidakadilan hukum itu ke KY pada 16 Maret 2011, KY
sedang membidik ketiga hakim yang mengadili perkara tersebut," ujar
sumber.Á ` ` Á
Á ÁSebagaimana dikisahkan kembali oleh Gusti Suriansyah BSc,
korban, Hadriansyah, mulanya memimpin unjuk rasa masyarakat karena
jalan tambang milik HI tidak juga disiram, meski cuaca panas dan
berdebu. Korban yang guru olahraga SD ini merasa prihatin anak
didiknya yang kebetulan berdekatan dengan lokasi jalan tambang,
menghirup debu jalan. Hanya karena itu, korban tega dihabisi. Ã Ãadi

No comments: